Rencana Strategis 2014-2018 PDF Cetak E-mail
Kamis, 21 Agustus 2014 02:39

RENCANA STRATEGIS (RENSTRA)

YAYASAN KESEJAHTERAAN KORPRI PROVINSI BALI

TAHUN 2014 - 2018

 

BAB I

PENDAHULUAN

1.1  Latar Belakang

Situasi dan keadaan masa depan sulit untuk diramalkan karena pengaruh globalisasi dan komunikasi yang melanda hampir secara merata, namun dapat dipastikan bahwa ilmu pengetahuan dan teknologi merupakan sumber penggerak utama pertumbuhan ekonomi, atau bahkan kemajuan kehidupan masyarakat disebagian besar negara di dunia.

Yayasan Kesejahteraan KORPRI Provinsi Bali yang dibentuk oleh Dewan Pembina KORPRI Provinsi Bali pada tahun 1984, diharapkan mampu menjadi wahana bagi unit KORPRI Provinsi Bali untuk meningkatkan kesejahteraan warganya serta masyarakat pada umumnya. Sehingga eksistensinya di masyarakat sangat menjadi dambaan, mengingat perubahan lingkungan yang demikian cepat dan cenderung mengabaikan kaidah – kaidah sosial yang berbasiskan pada masyarakat kurang mampu.

Rencana Strategis (Renstra) Yayasan Kesejahteraan KORPRI Provinsi Bali disusun sebagai upaya untuk memberikan arah perkembangan yang dituju dalam kurun waktu lima tahun kedepan (2014-2018)

Sesuai maksud dan tujuan dan pembentukannya, Yayasan Kesejateraan KORPRI Provinsi Bali melaksanakan kegiatan bersifat non profit oriented. Namun sebagai lembaga swasta perlu memahami dengan baik potensi (internal) maupun kendala (eksternal) yang harus diatasi.

Bidang kegiatan Yayasan Kesejahteraan KORPRI Provinsi Bali diarahkan berfokus pada ranah pendidikan, kesehatan dan sosial. Melalui Unit Pelaksana Kegiatan (UPK) sebagai perpanjangan tangan organ Yayasan, diharapkan secara bertahap mampu mewujudkan kesejahteraan yang dicita-citakan.

Lima tahun kedepan merupakan masa yang sangat menentukan bagi lembaga, mengingat suasana nasional semakin kondusif dan memberikan kebebasan bagi warganya untuk secara profesional melaksanakan kegiatan dalam koridor/payung hukum yang telah ditetapkan.


1.2  Tujuan dan Manfaat
Rencana Strategik periode 2014-2018   yang disusun ini diharapkan mampu menjadi suluh dan panduan koordinasi kegiatan antar unit yang dibentuk.

 


BAB II

GAMBARAN UMUM YAYASAN  2013

2.1. Evaluasi Pelaksanaan Renstra 2009-2013
Berdasarkan  implementasi dan  evaluasi  terhadap rencana strategis Yayasan  periode lima tahun (2009-2013) dapat disimpulkan capaian atas program kerja Yayasan Kesejahteraan KORPRI Provinsi Bali adalah sebagai berikut:
2.1.1 Capaian Bidang Kegiatan.
  1. Di bidang pendidikan, Yayasan telah mengembangkan Universitas Warmadewa yang awalnya terdiri dari enam Fakultas menjadi tujuh Fakultas, dariyang semula 17Program studi (Prodi) strata satu, berubah menjadi  14 Prodi strata satu serta3Prodi Pascasarjana (strata dua). Yayasan juga telah membentuk Unit Pelaksana Kegiatan (UPK)baru sesuai target mencapai lima UPK seperti Pendidikan Guru (PG) Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) ”GUNAPRIYADHARMAPATNI” dan UPK Warmadewa College (Wacol).Untuk meningkatkan kinerja UPK Universitas Warmadewa, mulai tahun anggaran 2012 Yayasan memberikan otonomi pengelolaan dana kegiatan Tridharma Perguruan Tinggi dan pengembangan kampus dengan alokasi 85% dari pendapatannya.
  2. Dalam bidang kesehatan, Yayasan bersama Pemerintah Daerah Provinsi Bali dan YayasanKORPRI Pusat memiliki UPK Rumah Sakit Umum Puri Raharja yang secara badan hukum berbentuk Perseroan Terbatas (PT).  Yayasan telah mengembangkan dan membuka UPK Klinik Warmadewa untuk memberikan pelayanan kesehatan kepada karyawan dan mahasiswa serta memberi layanan kesehatan kepada masyarakat umum.
  3. Di bidang  sosial, Yayasan telah melakukan beberapa kegiatan antara lain kegiatan peningkatan pemahaman spiritual karyawan, pelestarian lingkungan, kemanusiaan dan pengentasan kemiskinan. Yayasan juga telah membentuk UPK Warmadewa Property untuk memberdayakan sumber daya yang ada dalam rangka pengembangan kualitas sarana prasarana dan rintisan peningkatan kesejahteraan karyawan.
2.1.2 Capaian Program Strategis.
      Capaian program pengembangan kelembagaan (Institutional Building), Yayasan telah melakukan tiga hal penting yaitu (1) reformasi organisasi dengan menyempurnakan Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga sesuai ketentuan peraturan perundangan yang berlaku, menyusunRencana Strategis (Renstra) 2009-2013, menetapkan Anggaran Pendapatan Belanja (APB) setiap tahun anggaran, mengevaluasi kinerja UPK, mereorganisasi Sekretariat Yayasan, menyempurnakan Organisasi Tata Kelola (OTK), merotasi karyawan, dan mensosialisasikan disiplin kerja; (2) reformasi birokrasi dengan menyempurnakan pedoman tata kelola bidang Keuangan, bidang Sumber Daya Manusia (SDM) dan bidang Sarana Prasarana, menetapkan pedoman Sistem Informasi Manajemen (SIM), pelatihan Sistem Pengawasan Intern (SPI); dan (3) penataan lingkungan kerja  dengan mendata dan memanfaatkan ruang sekretariat secara efektif, pembuatan master plankampus UPK Universitas Warmadewa, registrasi KIR, dan penataan halaman kantor Yayasan serta pembangunan beberapa gedung baru dan penataan parkir/taman  kampus UPK Universitas Warmadewa.
    1. Capaian programdalam pengembangan Sumber Daya Manusia (Capacity and Character Building), Pengurus Yayasan meningkatkan pemberian beasiswa dan subsidi bagi dosen yang menempuh pendidikan lanjutan Pascasarjana (S2 dan S3), memberikan pelatihan-pelatihan kepada dosen dan tenaga penunjang kependidikan, tenaga administrasi, serta memberikan penghargaan Widya Karya Nugraha (Wikan Award)kepada tokoh masyarakat yang berjasa terhadap pengembangan Yayasan dan Universitas Warmadewa, juga memberikan penghargaan kepada karyawan untuk masa kerja tertentu, dan secara bertahap meningkatkan kesejahteraan karyawan.
    2. Capaian programdalam bidang peningkatan jumlah Unit Pelaksana Kegiatan (UPK) telah dilakukan pembentukan  empat UPK baru seperti pada uraian diatas selain dua UPK yang sudah ada Universitas Warmadewa dan Rumah Sakit Puri Raharja (Unwar dan RSPR). Sehingga jumlah UPK menjadi enam, namun khusus untuk UPK PG PAUD ”GUNAPRIYADHARMAPATNI” masih dicarikan format yang cocok sehingga lebih mampu menjawab tuntutan dan tantangan masa depan.
    3. Capaian program pengembangan jejaring (networking) Yayasan telah melakukan sosialisasi (road show) ke berbagai instansi pemerintah, swasta, dan menjalin kerjasama dengan beberapa media, serta melakukan kerjasama kelembagaan dengan  pihak/institusi/lembaga lain dalam berbagai kegiatan.
2.1.3 Capaian Sasaran.
      Capaian sasaran untuk peningkatan aset Yayasan dengan target sasaran mencapai Rp. 11 milyar tahun 2013 telah terlampaui menjadi Rp 26.863.852.040,00 pada tahun  2012 atau naik sekitar 144,22 % dan tahun 2013 mengalami penurunan menjadi Rp. 21,684,875,933 atau turun sekitar 23.88%.
    1. Capaian sasaran untuk peningkatan omset yang ditargetkan menjadi Rp.10 milyar pada tahun 2012 telah terlampaui menjadi Rp. 44.382.142.027,00 tahun 2012 atau naik sekitar 382,70%.
    2. Capaian sasaran untuk peningkatan jumlah Unit Pelaksana Kegiatan (UPK) menjadi lebih dari lima  unit tahun 2013 telah tercapai menjadi enam UPK dengan membentuk empat UPK baru disamping dua UPK yang sudah ada. UPK yang sudah ada adalah UPK Universitas Warmadewa dan UPK Rumah Sakit Umum Puri Raharja sedangkan 4 UPK baru  adalah UPK PG PAUD ”GUNAPRYADHARMAPATNI”, UPK Klinik Warmadewa, UPK Warmadewa Propertydan UPK Warmadewa College. Khusus untuk UPK Rumah Sakit Umum Puri Raharja karena sudah berbentuk Perseroan Terbatas (PT) mulai tahun 2003, Yayasan menjadi salah satu pemegang saham dan komisaris PT bersama Pemerintah Provinsi Bali dan YayasanKORPRI Pusat.
    3. Capaian sasaran untuk peningkatan kesejahteraan karyawan dengan penerimaan/take home pay PNS plus mulai tahun 2013, Pengurus Yayasan telah melakukan upaya peningkatan kesejahteraan mulai dengan memberikan gaji ke 13, meningkatkan gaji pokok  gol I dan II 15% dan gol III dan IV 10 %, menaikkan gaji secara proporsional 20%, meningkatkan tunjangan pangan, meningkatkan THR, meningkatkan DPLK BNI, meningkatkan uang minum, peningkatan pemberian penghargaan masa kerja 15 tahun, 25 tahun, dan 30 tahun, meningkatkan pendapatan pensiun dari tiga kali gaji menjadi lima kali gaji, kenaikan pangkat/golongan istimewa satu tingkat lebih tinggi enam bulan sebelum masa pensiun. Sasaran meningkatkan kesejahteraan karyawan dengan penerimaan/take home pay PNS plus terus diupayakan bersamaan dengan peningkatan kinerja karyawan. Sasaran ini akan terus dijadikan perhatian khusus oleh Pengurus Yayasan dengan target/goal sesuai yang ditetapkan dan untuk tahun 2014 dilakukan peningkatan gaji karyawan sebesar 35%.
    4. Capaian sasaran untuk peningkatan kualitas Sistem Informasi Manajemen Terpadu (SIM-T) berbasis Teknologi Informasi tahun 2010, telah direalisasikan di Sekretariat Yayasan berupa Sistem Informasi Manajemen Kepegawaian (SIM-Peg), Sistem Informasi Manajemen Keuangan (SIM-Keu), dan Sistem Informasi Manajemen Sarana Prasarana (SIM-Sar), selanjutnya dilakukan pelatihan SIM untuk sekretariat yayasan secara terbatas mulai tahun 2011. Pada tahun 2011 Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan (FKIK) Universitas Warmadewa memperoleh dana hibah PHK-PKPD dari Bank Dunia yang salah satu programnya adalah membangun SIM-T. Tahun 2013 SIM-T FKIK selanjutnya diadaptasi ke tingkat Universitas yang terdiri dari SIM-Peg, SIM-Keu, SIM-Sar, Sistem Informasi Manajemen Akademik (SIMAK), dan Sistem Informasi Manajemen Kemahasiswaan (SIMSISWA).
    5. Capaian sasaran untuk peningkatan kualitas Sumber Daya Manusia, Yayasan secara berkelanjutan melakukan peningkatan kualitas Dosen melalui pemberian beasiswa dan subsidi untuk pendidikan S2 dan S3, hal ini dapat dilihat dari peningkatan kualifikasi S2 telah mencapai 75% dari total dosen tetap dan kualifikasi S3 telah mencapai 5% dari total dosen tetap, serta telah memiliki dosen bergelar guru besar (Profesor) sejumlah lima orang. Sedangkan untuk tenaga kependidikan dan administrasi Yayasan secara terprogram melakukan pelatihan untuk meningkatkan skill dan profesionalisme pelayanan menuju layanan prima.
    6. Capaian sasaran untuk peningkatan citra lembaga baik Yayasan maupun UPK-nya, Pengurus Yayasan telah melakukan berbagai kegiatan kerjasama baik dengan pemerintah, perusahaan swasta, BUMN, BUMD, dan lembaga Yayasan yang memiliki visi yang sama. Hal ini dapat dibuktikan dengan adanya bantuan dari Pemerintah Daerah kepada Yayasan Kesejahteraan KORPRI Provinsi Bali, bantuan dari Bank BPD Bali, Bank BNI, hibah bantuan Bank Dunia melalui pemerintah pusat, kerjasama dengan PT. Tirta Investama dalam pengelolaan lingkungan serta lembaga-lembaga lainnya. Yayasan juga sering menerima kunjungan dari lembaga-lembaga lain. Pada tahun 2012 kantor Yayasan Kesejahteraan KORPRI Provinsi Bali dipercaya sebagai sekretariat ABP-PTSI Wilayah Bali, Ketua Yayasan Kesejahteraan KORPRI Provinsi Bali sebagai ketua ABP-PTSI Wilayah Bali, dan Ketua Bidang Hubungan Antar Wilayah ABP-PTSI Pusat.

Sebagai gambaran atas perkembangan capaian sasaran setiap tahun dari implementasi Renstra tahun 2009-2013 adalah seperti terlampir pada tabel 2.1.3.


2.2 Kondisi Yayasan Tahun 2013
Kondisi Yayasan tahun 2013 adalah keadaan Yayasan setelah pelaksanaan kegiatan/implementasi renstra tahun 2009-2013 yang mencakup aspek kelembagaan, sumber daya manusia, sarana  prasarana dan keuangan yang dapat diuraikan sebagai  berikut:
2.2.1 Aspek  Kelembagaan
Pendirian Yayasan di Indonesia sebelum lahirnya undang-undang Yayasan hanyalah berdasarkan kebiasaan dalam masyarakat dan yurisprudensi Mahkamah Agung. Oleh karenanya di Indonesia Yayasan berkembang dimasyarakat  tanpa  ada aturan yang jelas, akibatnya banyak Yayasan yang disalahgunakan dan menyimpang dari tujuan semula yaitu  sebagai lembaga yang berprinsip nirlaba non profit dan bertujuan social, keagamaan dan kemanusiaan sedangkan status hukumnya sebagai badan hukum dan subyek hukum belum mempunyai  kekuatan hukum yang tegas dan kuat. Yayasan yang telah ada sebelum Undang-undang  Yayasan berlaku, tetap diakui sebagai badan hukum  apabila Yayasan itu telah didaftarkan di Pengadilan Negeri dan mempunyai izin melakukan kegiatan dari instansi  terkait tetap diakui sebagai badan hukum dengan catatan  dalam waktu lima tahun wajib  menyesuaikan  anggaran dasarnya dengan ketentuan Undang-undang dan paling lambat satu tahun sejak saat pelaksanaan penyesuaian  wajib diberitahukan  kepada Mentri Hukum dan Hak Asasi Manusia. Yayasan Kesejahteraan KORPRI Provinsi Bali yang didirikan pada  tahun 1984 melalui keputusan rapat KORPRI Propinsi Bali tanggal 30 Juli 1984 yang dituangkan dalam Akte Notaris no. 83 tanggal 22 Oktober 1984 didirikan untuk mengelola lembaga pendidikan yang diberi nama Universitas Warmadewa. Dalam perkembangannya dengan dikeluarkannya  Undang-undangYayasan nomor : 16 tahun 2001 jo nomor: 28 tahun 2004, Yayasan Kesejahteraan KORPRI Provinsi Bali telah  melakukan penyesuaian  Anggaran Dasar yang dituangkan dalam Akte Notaris no. 44 tanggal 18 Oktober 2011 dan telah mendapat pengesahan oleh Menteri Hukum dan HAM Republik Indonesia Nomor: AHU.2277.AH.01.04 tanggal 10 Juni 2011 sehingga dengan pengesahan dari Menteri Hukum dan HAM Republik Indonesia maka Yayasan Kesejahteraan KORPRI Provinsi Bali secara formal telah berbadan hukum. Sebagai badan hukum Yayasan Kesejhateraan KORPRI Provinsi Bali mengelola enam Unit Pelaksana Kegiatan (UPK) yang dapat diuraikan sebagai berikut:
      UPK Universitas Warmadewa
Universitas Warmadewa sebagai UPK bergerak dibidang pendidikan tinggi sampai dengan tahun 2013 membawahi 7 (Tujuh) Fakultas terdiri atas 17 (tujuhbelas) program studi, 14 program studi  strata S1 dan 3 (tiga) program studi pascasarjana strata S2. Dari 14 program studi strata satu yang tesebar pada 7 (tujuh) Fakultas, telah terakreditasi B sejumlah 10 (sepuluh) Prodi dan terakreditasi C sejumlah 4 (empat) prodi (lihat lampiran 2, tabel 2.2.1.1) yang secara lengkap dapat dilihat updatenya pada website : http://ban-pt.kemdiknas.go.id/direktori.php.
2. UPK PG-PAUD “GUNAPRYADHARMAPATNI”
UPK PG-PAUD “GUNAPRYADHARMAPATNI” dibentuk sebagai upaya untuk mempersiapkan program pendidikan yang dikelola Yayasan bagi masyarakat sejak usia dini, kegiatannyamerupakan kerjasama antara Yayasan Kesejahteraan KORPRI Provinsi Bali dengan Yayasan Pelangi Jimbaran sesuai perjanjian kerjasama No. 022/Yas.KORPRI.UPK/X/2009 dan No. 002/YPJ/X/2009 tangal 30 Oktober 2009 dan SK Pembentukan dari Yayasan Kesejahteraan KORPRI Provinsi Bali no. 384/Yas.Korps/UPK/X/2009, tanggal 30 Oktober 2009 dan kegiatannya dihentikan sementara pada tahun 2011.
3. UPK Klinik Warmadewa
UPK Klinik Warmadewa dibentuk oleh Yayasan Kesejahteraan KORPRI Provinsi Bali berdasarkan Surat Keputusan YayasanNomor 343/Yas.korps/X/2010 tanggal 1 Oktober 2010, diawali dengan layanan kepada karyawan di civitas akademik Universitas Warmadewa yang secara bertahap akan dikembangkan untuk layanan masyarakat sekitar kampus, serta pada masa kedepan diharapkan berkembang menuju Rumah Sakit Pendidikan sebagai fasilitas penunjang untuk pengembangan FKIK Unwar dan layanan kesehatan masyarakat secara umum.
4. UPK Warmadewa Property.
UPK Warmadewa Property dibentuk oleh Yayasan Kesejahteraan KORPRI Provinsi Bali berdasarkan Surat Keputusan YayasanNomor: 499/Yas.Korps/VII/2011 tanggal12 Juli 2011, ditugaskan khusus untuk mengelola dan memberdayakan asset-asset yayasan meliputi kantin dan kios dilingkungan kampus, microbus, serta kedepan diharapkan untuk menjadi perusahaan pengembang (developer) secara mandiri untuk menunjang capaian kesejahteraan bagi semua (Welfare For All).
5. UPK Warmadewa College
UPK Warmadewa College dibentuk oleh Yayasan Kesejahteraan KORPRI Provinsi Bali berdasarkan Surat Keputusan YayasanNomor : 195/IV/2012 tanggal 17 April 2012, dan sudah mendapatkan ijin penyelenggaraan kursus dari Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga Kota Denpasar Nomor : 421.8/314/DIKPORA, tanggal 27 Januari 2014, prioritas kegiatan adalah melayani program “Sarjana Plus” mahasiswa Universitas Warmadewa agar menjadi berkualitas dan kedepan diarahkan menjadi lembaga pendidikan yang berfokus pada soft skill berbentuk Akademi Komunitas.
6. UPK RSU Puri Raharja
Dalam bidang kesehatan, Yayasan bersama Pemerintah Daerah Provinsi Bali dan YayasanKORPRI Pusat mengelola UPK Rumah Sakit Umum Puri Raharja yang secara badan hukum sejak tahun 2003 berbentuk badan hukum Perseroan Terbatas (PT) sesuai akte notaris Nomor: 5,  tanggal 16 September 2003, sehingga pengembangannya telah menjadi tanggung jawab sepenuhnya oleh direksi dan komisaris PT.
2.2.2 Aspek Sumber Daya Manusia

Sumber Daya Manusia dilingkungan Yayasan Kesejahteraan KORPRI Provinsi Bali terdiri atas pengelola Yayasan ( Organ Pembina, Organ Pengawas dan Organ Pengurus) serta karyawan yang terdiri dari karyawan edukatif atau dosen, karyawan kependidikan, karyawan administrasi, karyawan pelatih atau instruktur, karyawan medis atau dokter, karyawan paramedis (perawat dan bidan),serta karyawan lainnya. Jumlah seluruh karyawan yang berkegiatan dilingkungan Yayasan Kesejahteraan KORPRI Provinsi Bali 478 orang, tersebar, berkegiatan dan ditugaskan pada unit pelaksana kegiatan atau UPK dan Sekretariat Yayasan seperti pada tabel 2.1 dan tabel 2.2.

Yayasan sebagai pengelola kegiatan dibidang jasa pendidikan, selain mengelola SDM yang terdiri atas karyawan seperti diatas, juga mengelola SDM yang terdiri atas mahasiswa sebagai peserta didik. Adapun kondisi sumber daya manusia Yayasan dimaksud dapat diuraikan sebagai berikut:

1. Karyawan
Tenaga edukatif atau dosen yang dipekerjakan di UPK Universitas Warmadewaterdiri atas dosen biasa atau dosen tetap, dosen kontrak, dan dosen yang diperbantukan (Kopertis). Jumlah dosen keseluruhan adalah 294orang terdiri atas 209  orang dosen tetap, 29 dosen kontrak, dan 56  orang dosen kopertis. Khusus untuk dosen tetap dan dosen kopertis berjumlah 284 orang dengan kualifikasi seperti tabel 2.1 berikut. (sumber: Bagian Kepegawaian Unwar, per Maret 2014)

Tabel 2.1

Kualifikasi Dosen Universitas Warmadewa Tahun 2013

No

Kualifikasi Dosen

Jumlah/Orang

1.

2.

3.

4.

5.

Guru Besar

Lektor Kepala

Lektor

Asisten Ahli

Belum Memiliki Jabatan Akademik

5

144

71

19

55

 

Jumlah

294

Sumber: Kabag Kepegawaian Unwar per Maret 2013

Tenaga administratif merupakan tenaga yang diangkat oleh Yayasan dengan tugas melayani kegiatan dan melaksanakan tertib administrasi dalam bidang sekretariat maupun keuangan yang bertugas di Sekretariat Yayasan, Universitas Warmadewa dan UPK Non Universitas Warmadewa. Tahun 2013jumlah tenaga administrasi Yayasan sebanyak 184 orang dengan kualifikasi seperti tabel 2.2 berikut.

 

Tabel 2.2

Tenaga Administrasi (Karyawan Tetap dan Kontrak tetap) Sesuai Unit Kerja

Tahun 2013

No

Kualifikasi tenaga Administrasi

Jumlah /Orang

1.

2.

3.

4.

5

Sekretariat Yayasan

UPK Universitas Warmadewa

UPK Klinik Warmadewa

UPK Warmadewa Proverty

UPK Warmadewa College

22

146

6

2

8

 

Jumlah

184

Sumber: Bagian Kepegawaian Yayasan per Maret 2014

 

Tabel 2.3

Kualifikasi Tenaga Administrasi Universitas Warmadewa menurut golongan

Tahun 2013

No

Kualifikasi tenaga Administrasi

Jumlah /Orang

1.

2.

3.

4.

5.

Golongan I

Golongan II

Golongan III

Golongan IV

Tanpa golongan

 

1

10

39

69

27

 

 

Jumlah

146

Sumber: Bagian Kepegawaian Unwar  per Maret 2014

 

Tabel 2.3

Kualifikasi Tenaga Administrasi Karyawan

Sekretariat  Yayasan Menurut Golongan Tahun 2013

No

Kualifikasi tenaga Administrasi

Jumlah /Orang

1.

2.

3.

4.

5.

Golongan I

Golongan II

Golongan III

Golongan IV

Tanpa golongan/kontrak

 

1

11

9

-

2

 

 

Jumlah :

23

Sumber: Bagian Kepegawaian Yayasan  per Maret 2014

 

Tabel 2.4

Kualifikasi Karyawan UPK Klinik Warmadewa Tahun 2013

No

Kualifikasi Karyawan

Jumlah /Orang

1.

2.

 

Tenaga Tetap

Tenaga Kontrak

 

2

4

 

Jumlah

6

Sumber: Bagian Kepegawaian Yayasan  per Maret 2014

 

Tabel 2.5

Kualifikasi Karyawan UPK Warmadewa Property Menurut Golongan

Tahun 2013

No

Kualifikasi Karyawan

Jumlah /Orang

1.

2.

3.

4.

Golongan IV

Golongan III

Golongan II

Golongan I

-

1

1

-

 

Jumlah

2

Sumber: Bagian Kepegawaian Yayasan per Maret 2014

 

Tabel 2.6

Kualifikasi Karyawan UPK Warmadewa College Tahun 2013

No

Kualifikasi Karyawan

Jumlah /Orang

1.

2.

 

Tenaga Tetap

Tenaga Kontrak

1

7

 

 

 

Jumlah

8

Sumber: Bagian Kepegawaian Yayasan per Maret 2014

 

Mahasiswa Universitas Warmadewa adalah mahasiswa yang tersebar di tujuh fakultas yaitu Fakultas Ekonomi, Hukum, Sastra, FISIP, Pertanian, Teknik dan FKIK. Kondisi mahasiswa Universitas Warmadewa tahun 2008-2013 per bulan September adalah seperti pada tabel 2.3 berikut :

 

Tabel 2.3

Kondisi Mahasiswa Tujuh Fakultas di Universitas Warmadewa Tahun 2008-2013

Per September 2013

No.

Fakultas

Mahasiswa

2008

2009

2010

2011

2012

2013

1.

Fakultas Ekonomi

1.026

482

954

734

1.225

1.537

2.

Fakultas Hukum

323

258

331

459

380

480

3.

Fakultas Sastra

196

130

224

307

259

316

4.

Fakultas Fisip

91

64

107

153

125

129

5.

Fakultas Pertanian

65

34

100

161

149

173

6.

Fakultas Teknik

180

50

2102

289

239

332

7.

FKIK

 

53

159

224

275

340


TOTAL :

1.881

1.929

2.471

2.327

2.652

3.307

Sumber: Kabag Kepegawaian dan Kemahasiswaan Unwar per Maret 2014

Jumlah mahasiswa Universitas Warmadewa per bulan September Tahun 2013  adalah 3.307orang dengan rasio antara dosen dan mahasiswa adalah satu berbanding tujuh (1:7) seperti rincian pada tabel 2. 4 berikut ini.

Tabel 2. 4

Rasio Dosen dan Mahasiswa Universitas Warmadewa Tahun 2013

NO

FAKULTAS

DOSEN

MAHASISWA

PERBANDINGAN

1

Ekonomi

64

1.537

1

24

2

Hukum

42

480

1

11

3

Teknik

32

332

1

10

4

Sastra

31

316

1

10

5

FISIP

22

129

1

5

6

Pertanian

48

173

1

3

7

FKIK

41

340

1

8

8

Pasca Sarjana

14

238

1

17

 

Jumlah :

294

3.545

8

88

Sumber : Bagian Kepegawaian Unwar Per Maret 2014

Tabel. 2.3 di atas menunjukkan bahwa jumlah mahasiswa mulai tahun 2008-2013 cenderung meningkat dari 1.881 orang tahun 2008 menjadi  orang 1.929 tahun 2009, 2.471  orang tahun 2010, 2.327 orang tahun 2011, 2.652 orang tahun 2012  dan 3.307 orang tahun 2013.

 

2.2.3 Aspek Sarana Prasarana
Aspek sarana  prasarana Yayasan Kesejahteraan KORPRI Provinsi Bali meliputi sarana prasarana di Sekretariat Yayasan dan di Kampus Universitas Warmadewa.
1. Sarana  Prasarana Sekretariat Yayasan
Sarana prasarana Sekretariat Yayasan berupa bangunan beralamat di Jalan Merdeka VI/5 Sumerta Kelod Denpasar Timur. Bangunan tersebut berdiri di atas tanah seluas 1176 M2 terdiri atas tempat suci, gedung berlantai 2, dan tempat parkir.Yayasan juga memiliki 5 (lima) unit kendaraan roda empat yakni 4 (empat) unit untuk operasional pengurus, 1 (satu) unit untuk kendaraan operasional, serta 3 unit kendaraan roda 2 untuk kepala bagian dan 1 unit untuk kendaraan operasional. Selain itu Yayasan memiliki inventaris kantor berupa 18 unit komputer, 1 unit komputer server, 9 unit laptop, 19  unit AC, 3 unit kipas angin gantung, serta inventaris pendukung lainnya.
2. Sarana Prasarana Kampus Universitas Warmadewa

Sarana prasarana kampus Universitas Warmadewa berupa areal kampus seluas 5 Ha terdiri atas tempat suci, gedung, tempat parkir, fasilitas olah raga berupa lapangan basket, dan taman kampus. Gedung Warmadewa terdiri atas 3 kompleks, yaitu kompleks kampus timur, barat, dan utara. Kampus timur terdiri atas 2 unit yaitu unit I terdiri atas 4 lantai dimanfaatkan untuk sekretariat Fakultas Hukum, Ruang kuliah, dan Perpustakaan. Unit II terdiri atas 4 lantai dimanfaatkan untuk Ruang Rektorat, Ruang Auditorium, Ruang Sidang,  Ruang Kuliah, dan Sekretariat Fakultas Ekonomi. Kampus barat terdiri atas 4 unit yaitu Gedung E : Lab Ketrampilan Klinik, Gedung F1 : FKIK Unwar, Gedung  F2 : Fakultas Kedokteran Baru, Sekretariat dan Ruang Kuliah FKIK dan Gedung G : UPK Klinik Warmadewa, Sekretariat FISIP, Fakultas Sastra, Faultas Teknik,  Pascasarjana dan Ruang kuliah Mahasiswa. Sedangkan Gedung I diperuntukan untuk Sekretariat kemahasiswaan, Badan Eksekutif Mahasiswa ( BEM) Unwar dll dan Gedung J diperuntukkan untuk Sekretariat Fakultas Pertanian dan Ruang Kuliah Fakultas Pertanian.  Di tengah-tengah kampus terdapat tempat pakir dan fasilitas olah raga yang cukup memadai.

Selain itu Warmadewa juga memiliki fasilitas lain yaitu wantilan, taman kampus, kantin, koperasi, foto copy, kendaraan, jaringan internet, dan inventaris kantor. Kendaraan yang dimiliki adalah 18 unit kendaraan roda empat,  4 unit diperuntukkan untuk pimpinan universitas,untuk lembaga 1 unit, untuk operasional 2 unit, fakultas dan pascasarjana  11  unit.

3. Sarana Prasarana untuk UPK Klinik Warmadewa  :
Sarana prasarana untuk UPK Klinik Warmadewa terdiri atas  Kendaraan roda 4 sebanyak 1 unit, AC sebanyak 2 unit, TV 24 inc 1 unit, computer + printer 1 unit, kulkas untuk penyimpanan obat 1 unit.
4. Sarana Prasarana untuk UPK Warmadewa Property
Sarana Prasarana untuk UPK Warmadewa Property terdiri atas kendaraan roda 2 untuk Direktur sebanyak 1 unit, computer + printer 2 unit serta inventaris barang lainnya.
5. Sarana Prasarana untuk UPK Warmadewa College
Prasarana untuk UPK Warmadewa College terdiri atas 24 set meja siswa dan 1 set meja tutor + komputer, komputer untuk pelatihan sebanyak 10 unit dan 4 unit untuk Direktur dan Sekretariat UPK Wacoll, AC sebanyak 7 unit dan sarana prasarana lainnya.
2.2.4 Aspek Pendanaan
1. Yayasan Kesejahteraan KORPRI

Aspek keuangan Yayasan sampai dengan  tahun 2013 berupa aset lancar sejumlah Rp 21.684.875.933 dan aset tetap dengan nilai buku sebesar Rp 64.712.919.572. Rincian aset lancar dan aset tetap adalah seperti tabel 2.5 berikut.

 

Tabel 2.5

Aset Yayasan Tahun 2013

No

Aset Lancar

Jumlah

Aset Tetap

Jumlah

1

2

3

4

Kas dan setara kas

Deposito

Piutang afiliasi

Uang Muka Mhs

19.541.261.601

2.000.000.000

77.792.000

65.822.332

Tanah

Bangunan

Kendaran

Inventaris

12.714.037.500

39.073.234.289

2.904.524.000

10.021.123.783

 

Jumlah

21.684.875.933


64.712.919.572

Akumulasi Penyusutan

14.430.155.416

Nilai Buku

50.282.764.155

Investasi di RSPR

630.000.000

Total Aktiva

72.597.640.088

Sumber: Laporan Audit Akuntan 2013

 

Pendanaan masing-masing UPK secara garis besar teruraikan pada rencana anggaran pendapatan dan rencana anggaran biaya yang ditetapkan setiap tahun oleh Ketua Yayasan Kesejahteraan KORPRI Provinsi Bali, yang secara umum tertuang pada RAPB tahun 2013, sbb :
1. UPK Universitas Warmadewa
a.1 Rencana Anggaran Pendapatan (RAP)  : Rp. 51.009.000.000,00
a.2 Rencana Anggaran Belanja (RAB)        : Rp. 43.357.650.000,00
2. UPK Klinik Warmadewa
b.1 Rencana Anggaran Pendapatan (RAP)      : Rp. 185.209.959,00
b.2 Rencana Anggaran Belanja (RAB)            : Rp. 171.368.440.88
3. UPK Warmadewa Property
c.1 Rencana Anggaran Pendapatan (RAP)      : Rp. 186.631.004,00
c.2 Rencana Anggaran Belanja (RAB)            : Rp. 115.766.037,00
4. UPK Warmadewa College
d.1 Rencana Anggaran Pendapatan (RAP)    : Rp. 1.024.350.000,00
d.2 Rencana Anggaran Belanja (RAB)          : Rp. 245.032.000,00
5. UPK RSU Puri Raharja
Untuk UPK RSU Puri Raharja yang sudah berbentuk Perseroan Terbatas (PT), Yayasanmenerima deviden sebesar Rp. 45.620.886,00 pada tahun 2013.

2.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 


 

 

BAB III

ANALISIS KEKUATAN, KELEMAHAN, PELUANG, ANCAMAN (KKPA)

DAN ISU-ISU STRATEGIS

3.1 Analisis Kekuatan Kelemahan Peluang Ancaman (KKPA) Kondisi Yayasan Tahun

2013

Analisis KKPA merupakan pendekatan atas teori SWOT adalah alat yang digunakan untuk mengidentifikasi isu-isu internal dan eksternal yang mempengaruhi kemampuan dalam memasarkan event. Analisis SWOT merupakan sebuah bentuk analisis kondisi yang bersifat diskriptif, yang terdiri atas empat komponen dasar yaitu kekuatan organisasi saat ini (strength), kelemahan organisasi (weakness), peluang untuk berkembang (opportunity), dan tantangan bagi organisasi (threat). Analisis SWOT kondisi Yayasan tahun 2013adalah sebagai berikut.
3.1.1. Kekuatan (Strength)
      Aset yang diserahterimakan sebesar Rp. 62.096.192.19
    1. Sumber Daya Manusia dengan jumlah cukup besar berupa 294
    2. orang dosen, 184 orang tenagaadministrasi, 3.307 orang  mahasiswa.
    3. Sarana prasarana berupa kantorYayasan, kampus Universitas Warmadewa, kendaraan, dan inventaris pendukung lainnya yang cukup memadai.
    4. Kepercayaan masyarakat pada lembaga cukup baik.
    5. StakeholdersKORPRI Bali dan loyalitas karyawan Yayasan.
    6. Pengalaman para Pengurus dan networking.

3.1.2. Kelemahan (Weaknesses)

      Kinerja, disiplin kerja, dan kualitas karyawan belum memadai serta belum ada tauladan atau panutan.
    1. Sistem rekruitmen dan pembinaan karier tidak terpolakan.
    2. Rendahnya pemanfaatan informationcommunication tecnology (ICT).
3.1.3. Peluang (Opportunities)
      Jaringan stakeholders di seluruh Bali dan Nasional.
    1. Jaringan pengelola Perguruan Tinggi Swasta seluruh Indonesia.
    2. Suasana reformasi dan demokratisasi sesuai amanat undang-undang.
3.1.4. Ancaman (Threats)
      Banyaknya kompetitor dan tuntutan kompetisi yang tinggi.
    1. Tuntutan dan trend masyarakat yang berubah semakin kritis.
    2. Mencapai suasana kondusif untuk terwujudnya efektif, efisien, dan produktif.
3.2  Isu-isu Strategis Yayasan Kedepan
3.2.1 Pengembangan Kelembagaan (Institutional Building)
      Penegasan atas UPK sebagai strategic bussiness unit (SBU) atau lembaga yang secara bertahap didorong untuk mencapai manajemen mandiri dengan badan hukum yang telah ditetapkan (profit atau non profit oriented).
    1. Penegasan evaluasi kinerja atas UPK secara berkala dalam hal capaian terhadap goals atau sasaran.Penegasan evaluasi kinerja atas UPK secara berkala dalam hal capaian terhadap goals atau sasaran.
    2. Khusus UPK Warmadewa Property perlu penegasan arah kebijakan menjadi lembaga profit bisnis (developer) atau lembaga non profit (diklat bidang property).
    3. Penyediaan sistem dan tata kelola yang transparan dan akuntabel (perlu dukungan Standar Operasional Prosedur (SOP).
3.2.2 Pengembangan Kapasitas (Capacity Building)
      Yayasan sebagai payung hukum dengan Sekretariat sebagai suporting staff perlu meningkatkan kualitas layanan yang lebih cepat, tepat dan akurat.
    1. Penegasan atas Tata Kelola (keuangan, karyawan dan sarana prasarana) perlu didukung dengan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) yang memadai, kemampuan soft skill dan hard skill (entrepreneur dan leadership)
    2. Peningkatan kapasitas lembaga selain didukung dengan SDM yang memadai juga perlu dukungan atas finansial/investasi yang cukup untuk percepatan pengembangan ( akses perbankan dan akuntabilitas)
3.2.3 Pengembangan Budaya Organisasi (Character Building).
      Standarisasi kualitas SDM untuk pelaksanaan RewardandPunishment (berkualitas dan berintegritas)
    1. Standarisasi kesejahteraan SDM (karyawan)
    2. Standarisasi nilai-nilai UPK sesuai karakter sebagai lembaga profit atau non profit
    3. Standarisasi fokus UPK yang melaksanakan kegiatan sesuai visi Yayasan (bidang lingkungan)
3.2.4 Pengembangan Jejaring (Networking) perlu terus dikembangkan untuk menjaga nama brand Warmadewa sebagai produk unggulan dan diramu dalam kemasan holding company, sehingga sangat dibutuhkan adanya sub unit khusus yang menangani kehumasan dan promosi secara profesional.
3.2.5 Pengembangan infrastruktur (sarana prasarana) untuk mendukung pengembangan UPK menuju kemandirian.
3.2.6 Peningkatan kesejahteraan karyawan (sandang, pangan, papan, kesehatan dan pendidikan) yang memenuhi kebutuhan minimal untuk keamanan dan kenyamanan.

 


BAB IV

RENCANA STRATEGISYAYASAN KESEJAHTERAAN KORPRI PROVINSI

BALI 2014-2018

 

4.1. Arah Kebijakan

Rumusan kebijakan dimaksud untuk acuan dalam penyamaan persepsi, pola pikir dan perencanaan langkah lebih lanjut sebagai berikut :

  1. Meningkatkan kualitas layanan kesekretariatan yang lebih ramah, cepat dan akurat.
  2. Meningkatkan kualitas kinerja Sumber Daya Manusia (SDM) secara lebih maksimal sesuai tuntutan profesi.
  3. Menciptakan suasana kondusif dalam lingkup sekretariat, kampus Unwar  dan stake holder menuju hasil yang lebih maju.
4.1.1 Visi
Menjadikan Yayasan Kesejahteraan KORPRI Provinsi Bali sebagai pusat pengembangan sumber daya manusia yang unggul, berintegritas, berwawasan budaya dan lingkungan,serta tercapainya kesejahteraan bersama (Wellfare For All) tahun 2034.
4.1.2 Misi
      Mengembangkan institusi dibidang pendidikan dan kesehatan untuk menghasilkan SDM yang unggul, berintegritas dan berwawasan budaya dan lingkungan;
    1. Meningkatkan kapasitasdan kualitas SDM  dalam mengelola institusi melalui pendidikan, pelatihan dan pengembangan karakter yang unggul, berintegritas dan berwawasan budaya dan lingkungan;
    2. Mengembangkan sistem tata kelola yang berbasis Teknologi Informasi (TI) dengan didukung  kualitas sarana-prasarana  untuk memberikan pelayanan prima;
    3. Mengembangkan jejaring (Networking) dengan institusi yang memiliki misi dan tujuan yang sejalan dan/atau memberikan manfaat bagi pengembangan institusi;
    4. Mengembangkan kegiatan layanan sosial bagi masyarakat dan karyawan yang berwawasan budaya dan lingkungan.
    5. Meningkatkan pendapatan karyawan (take home pay) untuk mewujudkan kesejahteraan bersama (Wellfare for all).
4.1.3 Tujuan
Terwujudnya institusi dan SDM yang unggul, berintegritas, berwawasan budaya danlingkungan,serta tercapainya kesejahteraan bersama (Wellfare For All) tahun 2034.
4.1.4 Sasaran
      Menjadikan Unit Pelaksana Kegiatan (UPK)sebagai institusi dengan tata kelola modern berbasis informasi teknologi (IT)  memenuhi standard (quality assurance)
    1. Mewujudkan UPK yang berkompeten dan kompetitif dalam menghasilkan SDM yang unggul, berintegritas, kompetitif dan berwawasan lingkungan.
    2. MewujudkanSDM yang unggul, berintegritas dan berwawasan lingkungan untuk memberikan pelayanan prima kepada stakeholders dengan  Sistem Informasi Manajemen Terpadu (SIM-T) berbasis Teknologi Informasi
    3. Meningkatkan omset institusisekitar 29% per tahun, mencapai lebih dari Rp. 185.000.000.000,00 pada tahun 2018.
    4. Meningkatkan aset institusi sekitar 26% per tahun, mencapai lebih dari Rp. 71.000.000.000,00 pada tahun 2018.
    5. Meningkatkan citra institusi menjadi kebanggaan masyarakat Bali.
    6. Meningkatkan total pendapatan (takehomepay) karyawan setara Aparatur Sipil Negara (ASN) untuk mewujudkan kesejahteraan bersama (welfareforall).
4.2. Bidang – Bidang Kegiatan
Kegiatan yang menjadi fokus Yayasan dalam upaya memberi layanan kepada masyarakat untuk mencapai kesejahteraan bersama (welfare for all) adalah:
4.2.1. Bidang Pendidikan.
      Pendidikan formal meliputi pendidikan tinggi, pendidikan menengah, pendidikan dasar dan pendidikan anak usia dini.
    1. Pendidikan non formal bagi semua umur dan golongan yang meliputi pendidikan keterampilan (soft skill).
4.2.2. Bidang Kesehatan
      Layanan kesehatan masyarakat dalam bentuk klinik kesehatan maupun pusat kesehatan masyarakat.
    1. Layanan kesehatan masyarakat dalam bentuk Rumah Sakit Terpadu yang melibatkan pendidikan kedokteran dan ilmu kesehatan masyarakat.
    2. Layanan kesehatan masyarakat dalam bentuk klinik kesehatan maupun pusat kesehatan masyarakat.
    3. Layanan kesehatan masyarakat dalam bentuk Rumah Sakit Terpadu yang melibatkan pendidikan kedokteran dan ilmu kesehatan masyarakat.
4.2.3. Bidang Sosial
      Layanan sosial kepada masyarakat yang terkait dengan pelaksanaan pengabdian kepada masyarakat sebagai perwujudan dari tridarma perguruan tinggi yang diselenggarakan Yayasan.
    1. Layanan dan pembinaan peningkatan kualitas kesehatan masyarakat melalui penyuluhan dan pendikan informal lainnya.
4.3.Program Strategis
4.3.1 Pengembangan Kelembagaan (Institutional Building)
      Penegasan sebagai organisasi yang berbentuk Yayasan, memiliki karakter khas (kegiatan sosial dan bertanggung jawab kepada publik) dalam hal ini harus tercermin pada Tata Kelola dan hubungan kerja antar lembaga (Yayasan sebagai payung hukum dan/atau terhadap UPK).
    1. Penegasan atas UPK sebagai strategic bussiness unit (SBU) atau lembaga yang secara bertahap didorong untuk mencapai mamajemen mandiri dengan badan hukum yang telah ditetapkan (profit atau non profit oriented)
    2. Penegasan evaluasi kinerja atas UPK secara berkala dalam hal capaian terhadap goals atau sasaran.
    3. Khusus UPK Warmadewa Property perlu penegasan arah kebijakan menjadi lembaga profit bisnis (developer) atau lembaga non profit (diklat bidang property).
    4. Penyediaan sistem dan tata kelola yang transparan dan akuntabel (perlu dukungan Standar Operasional Prosedur (SOP).
4.3.2 Pengembangan Sumber Daya Manusia (Capacity Building and Character Building)
      Yayasan sebagai payung hukum dengan Sekretariat sebagai supoorting staff perlu meningkatkan kualitas layanan yang lebih cepat, tepat dan akurat.
    1. Penegasan atas Tata Kelola (keuangan, karyawan dan sarana prasarana) perlu didukung dengan kualitas SDM yang memadai, kemampuan soft skill dan hard skill (entrepreneur dan leadership).
    2. Peningkatan kapasitas lembaga selain didukung dengan SDM yang memadai juga perlu dukungan atas finansial/investasi yang cukup untuk percepatan pengembangan ( akses perbankan dan akuntabilitas).

4.3.3 Pengembangan Jejaring (Networking) perlu terus dikembangkan untuk menjaga nama ”brand” Warmadewa sebagai produk unggulan dan diramu dalam kemasan holding company, sehingga sangat dibutuhkan adanya sub unit khusus yang menangani kehumasan dan promosi secara profesional.


4.3.4 Pengembangan layanan prima baik di Sekretariat Yayasan maupun UPK dalam lingkup Yayasan untuk memenangkan kompetisi dengan kompetitor.


4.3.5 Pengembangan infrastruktur (sarana prasarana) terkait pengembangan UPK menuju kemandirian.


4.3.6 Peningkatan kesejahteraan karyawan (sandang, pangan, papan) yang memenuhi kebutuhan minimal untuk keamanan dan kenyamanan.


Sebagai gambaran atas proses penyusunan Renstra Yayasan Kesejahteraan KORPRI Provinsi Bali 2014-2018 secara diagram adalah seperti pada Bagan 1 tentang Manajemen Strategis dan Bagan 2 tentang Alur (Flow Chart) Renstra.


4.4. Tahap dan Sasaran Pengembangan
4.4.1 Tahap Konsolidasi
Tahun 2014 merupakan tahap konsolidasi bagi lembaga, yaitu  tahap untuk melakukan instrospeksi atas perjalanan lembaga dalam 30 tahun sebelumnya dan sekaligus sebagai momentum menetapkan visi-misi baru jangka panjang (20 tahun kedepan) dalam Visi 2034, jangka menengah (tiap lima tahun kedepan) dalam Renstra dan goals pada setiap tahunnya.
4.4.2 Tahap Mandiri
Tahun 2015 sampai dengan tahun 2018 merupakan tahap pengembangan system dan tata kelola lembaga, pengembangan karakter dan kapasitas sumber daya manusia, peningkatan sarana prasarana pendukung, pengembangan jejaring (networking) dalam menuju penguatan institusi.
4.4.3 Tahap Pengembangan
Tahun 2018 merupakan tahun akhir Renstra lima tahunan lembaga, kembali merupakan siklus untuk melakukan evaluasi perjalanan lembaga lima tahun terakhir untuk menetapkan target/sasaran jangka menengah dalam rencana strategis lima tahun kedua yang wajib untuk mengembangkan kemampuan institusi sesuai potensi dan peluang sumber daya yang tersedia serta tantangan kompetitif yang dihadapi.

Uraian tentang program dan sasaran/target/goals dalam tiap tahap dan tiap tahun adalah seperti pada tabel Program dan Sasaran Renstra Yayasan 2014-2018 terlampir.

 

 


 

BAB V

PENUTUP

 

Rencana Strategis Yayasan Kesejahteraan KORPRI Provinsi Bali tahun 2014-2018 disusun sebagai gambaran secara lebih nyata kepada masyarakat tentang eksistensi dan kegiatan Yayasan Kesejahteraan KORPRI Provinsi Bali. Renstra ini juga dapat sebagai acuan bagi unit-unit pelaksana kegiatan yang bernaung di bawah Yayasan Kesejahteraan KORPRI Provinsi Bali, panduan pelaksanaan bagi organ Yayasan dan sekaligus alat kontrol/evaluasi internal maupun eksternal.

Sehingga dalam kurun waktu lima tahun kedepan (2014-2018) Yayasan Kesejahteraan KORPRI Provinsi Bali sebagai lembaga publik mampu menunjukkan kinerjanya kepada masyarakat sesuai visi-misi yang diembannya.

Semoga pikiran baik datang dari semua penjuru

 


Sumber : Buku Rencana Strategis (Renstra) Yayasan kesejahteraan KORPRI Provinsi Bali

 

BAB I

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

Situasi dan keadaan masa depan sulit untuk diramalkan karena pengaruh globalisasi dan komunikasi yang melanda hampir secara merata, namun dapat dipastikan bahwa ilmu pengetahuan dan teknologi merupakan sumber penggerak utama pertumbuhan ekonomi, atau bahkan kemajuan kehidupan masyarakat disebagian besar negara di dunia.

Yayasan Kesejahteraan KORPRI Provinsi Bali yang dibentuk oleh Dewan Pembina KORPRI Provinsi Bali pada tahun 1984, diharapkan mampu menjadi wahana bagi unit KORPRI Provinsi Bali untuk meningkatkan kesejahteraan warganya serta masyarakat pada umumnya. Sehingga eksistensinya di masyarakat sangat menjadi dambaan, mengingat perubahan lingkungan yang demikian cepat dan cenderung mengabaikan kaidah – kaidah sosial yang berbasiskan pada masyarakat kurang mampu.

Rencana Strategis (Renstra) Yayasan Kesejahteraan KORPRI Provinsi Bali disusun sebagai upaya untuk memberikan arah perkembangan yang dituju dalam kurun waktu lima tahun kedepan (2014-2018)

Sesuai maksud dan tujuan dan pembentukannya, Yayasan Kesejateraan KORPRI Provinsi Bali melaksanakan kegiatan bersifat non profit oriented. Namun sebagai lembaga swasta perlu memahami dengan baik potensi (internal) maupun kendala (eksternal) yang harus diatasi.

Bidang kegiatan Yayasan Kesejahteraan KORPRI Provinsi Bali diarahkan berfokus pada ranah pendidikan, kesehatan dan sosial. Melalui Unit Pelaksana Kegiatan (UPK) sebagai perpanjangan tangan organ Yayasan, diharapkan secara bertahap mampu mewujudkan kesejahteraan yang dicita-citakan.

Lima tahun kedepan merupakan masa yang sangat menentukan bagi lembaga, mengingat suasana nasional semakin kondusif dan memberikan kebebasan bagi warganya untuk secara profesional melaksanakan kegiatan dalam koridor/payung hukum yang telah ditetapkan.

1.2 Tujuan dan Manfaat

Rencana Strategik periode 2014-2018 yang disusun ini diharapkan mampu menjadi suluh dan panduan koordinasi kegiatan antar unit yang dibentuk.


BAB II

GAMBARAN UMUM YAYASAN 2013

2.1. Evaluasi Pelaksanaan Renstra 2009-2013

Berdasarkan implementasi dan evaluasi terhadap rencana strategis Yayasan periode lima tahun (2009-2013) dapat disimpulkan capaian atas program kerja Yayasan Kesejahteraan KORPRI Provinsi Bali adalah sebagai berikut:

2.1.1 Capaian Bidang Kegiatan.

1. Di bidang pendidikan, Yayasan telah mengembangkan Universitas Warmadewa yang awalnya terdiri dari enam Fakultas menjadi tujuh Fakultas, dariyang semula 17Program studi (Prodi) strata satu, berubah menjadi 14 Prodi strata satu serta3Prodi Pascasarjana (strata dua). Yayasan juga telah membentuk Unit Pelaksana Kegiatan (UPK)baru sesuai target mencapai lima UPK seperti Pendidikan Guru (PG) Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) ”GUNAPRIYADHARMAPATNI” dan UPK Warmadewa College (Wacol).Untuk meningkatkan kinerja UPK Universitas Warmadewa, mulai tahun anggaran 2012 Yayasan memberikan otonomi pengelolaan dana kegiatan Tridharma Perguruan Tinggi dan pengembangan kampus dengan alokasi 85% dari pendapatannya.

2. Dalam bidang kesehatan, Yayasan bersama Pemerintah Daerah Provinsi Bali dan YayasanKORPRI Pusat memiliki UPK Rumah Sakit Umum Puri Raharja yang secara badan hukum berbentuk Perseroan Terbatas (PT). Yayasan telah mengembangkan dan membuka UPK Klinik Warmadewa untuk memberikan pelayanan kesehatan kepada karyawan dan mahasiswa serta memberi layanan kesehatan kepada masyarakat umum.

3. Di bidang sosial, Yayasan telah melakukan beberapa kegiatan antara lain kegiatan peningkatan pemahaman spiritual karyawan, pelestarian lingkungan, kemanusiaan dan pengentasan kemiskinan. Yayasan juga telah membentuk UPK Warmadewa Property untuk memberdayakan sumber daya yang ada dalam rangka pengembangan kualitas sarana prasarana dan rintisan peningkatan kesejahteraan karyawan.

2.1.2 Capaian Program Strategis.

1. Capaian program pengembangan kelembagaan (Institutional Building), Yayasan telah melakukan tiga hal penting yaitu (1) reformasi organisasi dengan menyempurnakan Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga sesuai ketentuan peraturan perundangan yang berlaku, menyusunRencana Strategis (Renstra) 2009-2013, menetapkan Anggaran Pendapatan Belanja (APB) setiap tahun anggaran, mengevaluasi kinerja UPK, mereorganisasi Sekretariat Yayasan, menyempurnakan Organisasi Tata Kelola (OTK), merotasi karyawan, dan mensosialisasikan disiplin kerja; (2) reformasi birokrasi dengan menyempurnakan pedoman tata kelola bidang Keuangan, bidang Sumber Daya Manusia (SDM) dan bidang Sarana Prasarana, menetapkan pedoman Sistem Informasi Manajemen (SIM), pelatihan Sistem Pengawasan Intern (SPI); dan (3) penataan lingkungan kerja dengan mendata dan memanfaatkan ruang sekretariat secara efektif, pembuatan master plankampus UPK Universitas Warmadewa, registrasi KIR, dan penataan halaman kantor Yayasan serta pembangunan beberapa gedung baru dan penataan parkir/taman kampus UPK Universitas Warmadewa.

2. Capaian programdalam pengembangan Sumber Daya Manusia (Capacity and Character Building), Pengurus Yayasan meningkatkan pemberian beasiswa dan subsidi bagi dosen yang menempuh pendidikan lanjutan Pascasarjana (S2 dan S3), memberikan pelatihan-pelatihan kepada dosen dan tenaga penunjang kependidikan, tenaga administrasi, serta memberikan penghargaan Widya Karya Nugraha (Wikan Award)kepada tokoh masyarakat yang berjasa terhadap pengembangan Yayasan dan Universitas Warmadewa, juga memberikan penghargaan kepada karyawan untuk masa kerja tertentu, dan secara bertahap meningkatkan kesejahteraan karyawan.

3. Capaian programdalam bidang peningkatan jumlah Unit Pelaksana Kegiatan (UPK) telah dilakukan pembentukan empat UPK baru seperti pada uraian diatas selain dua UPK yang sudah ada Universitas Warmadewa dan Rumah Sakit Puri Raharja (Unwar dan RSPR). Sehingga jumlah UPK menjadi enam, namun khusus untuk UPK PG PAUD ”GUNAPRIYADHARMAPATNI” masih dicarikan format yang cocok sehingga lebih mampu menjawab tuntutan dan tantangan masa depan.

4. Capaian program pengembangan jejaring (networking) Yayasan telah melakukan sosialisasi (road show) ke berbagai instansi pemerintah, swasta, dan menjalin kerjasama dengan beberapa media, serta melakukan kerjasama kelembagaan dengan pihak/institusi/lembaga lain dalam berbagai kegiatan.

2.1.3 Capaian Sasaran.

1 Capaian sasaran untuk peningkatan aset Yayasan dengan target sasaran mencapai Rp. 11 milyar tahun 2013 telah terlampaui menjadi Rp 26.863.852.040,00 pada tahun 2012 atau naik sekitar 144,22 % dan tahun 2013 mengalami penurunan menjadi Rp. 21,684,875,933 atau turun sekitar 23.88%.

2 Capaian sasaran untuk peningkatan omset yang ditargetkan menjadi Rp.10 milyar pada tahun 2012 telah terlampaui menjadi Rp. 44.382.142.027,00 tahun 2012 atau naik sekitar 382,70%.

3 Capaian sasaran untuk peningkatan jumlah Unit Pelaksana Kegiatan (UPK) menjadi lebih dari lima unit tahun 2013 telah tercapai menjadi enam UPK dengan membentuk empat UPK baru disamping dua UPK yang sudah ada. UPK yang sudah ada adalah UPK Universitas Warmadewa dan UPK Rumah Sakit Umum Puri Raharja sedangkan 4 UPK baru adalah UPK PG PAUD ”GUNAPRYADHARMAPATNI”, UPK Klinik Warmadewa, UPK Warmadewa Propertydan UPK Warmadewa College. Khusus untuk UPK Rumah Sakit Umum Puri Raharja karena sudah berbentuk Perseroan Terbatas (PT) mulai tahun 2003, Yayasan menjadi salah satu pemegang saham dan komisaris PT bersama Pemerintah Provinsi Bali dan YayasanKORPRI Pusat.

4 Capaian sasaran untuk peningkatan kesejahteraan karyawan dengan penerimaan/take home pay PNS plus mulai tahun 2013, Pengurus Yayasan telah melakukan upaya peningkatan kesejahteraan mulai dengan memberikan gaji ke 13, meningkatkan gaji pokok gol I dan II 15% dan gol III dan IV 10 %, menaikkan gaji secara proporsional 20%, meningkatkan tunjangan pangan, meningkatkan THR, meningkatkan DPLK BNI, meningkatkan uang minum, peningkatan pemberian penghargaan masa kerja 15 tahun, 25 tahun, dan 30 tahun, meningkatkan pendapatan pensiun dari tiga kali gaji menjadi lima kali gaji, kenaikan pangkat/golongan istimewa satu tingkat lebih tinggi enam bulan sebelum masa pensiun. Sasaran meningkatkan kesejahteraan karyawan dengan penerimaan/take home pay PNS plus terus diupayakan bersamaan dengan peningkatan kinerja karyawan. Sasaran ini akan terus dijadikan perhatian khusus oleh Pengurus Yayasan dengan target/goal sesuai yang ditetapkan dan untuk tahun 2014 dilakukan peningkatan gaji karyawan sebesar 35%.

5 Capaian sasaran untuk peningkatan kualitas Sistem Informasi Manajemen Terpadu (SIM-T) berbasis Teknologi Informasi tahun 2010, telah direalisasikan di Sekretariat Yayasan berupa Sistem Informasi Manajemen Kepegawaian (SIM-Peg), Sistem Informasi Manajemen Keuangan (SIM-Keu), dan Sistem Informasi Manajemen Sarana Prasarana (SIM-Sar), selanjutnya dilakukan pelatihan SIM untuk sekretariat yayasan secara terbatas mulai tahun 2011. Pada tahun 2011 Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan (FKIK) Universitas Warmadewa memperoleh dana hibah PHK-PKPD dari Bank Dunia yang salah satu programnya adalah membangun SIM-T. Tahun 2013 SIM-T FKIK selanjutnya diadaptasi ke tingkat Universitas yang terdiri dari SIM-Peg, SIM-Keu, SIM-Sar, Sistem Informasi Manajemen Akademik (SIMAK), dan Sistem Informasi Manajemen Kemahasiswaan (SIMSISWA).

6 Capaian sasaran untuk peningkatan kualitas Sumber Daya Manusia, Yayasan secara berkelanjutan melakukan peningkatan kualitas Dosen melalui pemberian beasiswa dan subsidi untuk pendidikan S2 dan S3, hal ini dapat dilihat dari peningkatan kualifikasi S2 telah mencapai 75% dari total dosen tetap dan kualifikasi S3 telah mencapai 5% dari total dosen tetap, serta telah memiliki dosen bergelar guru besar (Profesor) sejumlah lima orang. Sedangkan untuk tenaga kependidikan dan administrasi Yayasan secara terprogram melakukan pelatihan untuk meningkatkan skill dan profesionalisme pelayanan menuju layanan prima.

7 Capaian sasaran untuk peningkatan citra lembaga baik Yayasan maupun UPK-nya, Pengurus Yayasan telah melakukan berbagai kegiatan kerjasama baik dengan pemerintah, perusahaan swasta, BUMN, BUMD, dan lembaga Yayasan yang memiliki visi yang sama. Hal ini dapat dibuktikan dengan adanya bantuan dari Pemerintah Daerah kepada Yayasan Kesejahteraan KORPRI Provinsi Bali, bantuan dari Bank BPD Bali, Bank BNI, hibah bantuan Bank Dunia melalui pemerintah pusat, kerjasama dengan PT. Tirta Investama dalam pengelolaan lingkungan serta lembaga-lembaga lainnya. Yayasan juga sering menerima kunjungan dari lembaga-lembaga lain. Pada tahun 2012 kantor Yayasan Kesejahteraan KORPRI Provinsi Bali dipercaya sebagai sekretariat ABP-PTSI Wilayah Bali, Ketua Yayasan Kesejahteraan KORPRI Provinsi Bali sebagai ketua ABP-PTSI Wilayah Bali, dan Ketua Bidang Hubungan Antar Wilayah ABP-PTSI Pusat.

Sebagai gambaran atas perkembangan capaian sasaran setiap tahun dari implementasi Renstra tahun 2009-2013 adalah seperti terlampir pada tabel 2.1.3.

2.2 Kondisi Yayasan Tahun 2013

Kondisi Yayasan tahun 2013 adalah keadaan Yayasan setelah pelaksanaan kegiatan/implementasi renstra tahun 2009-2013 yang mencakup aspek kelembagaan, sumber daya manusia, sarana prasarana dan keuangan yang dapat diuraikan sebagai berikut:

2.2.1 Aspek Kelembagaan

Pendirian Yayasan di Indonesia sebelum lahirnya undang-undang Yayasan hanyalah berdasarkan kebiasaan dalam masyarakat dan yurisprudensi Mahkamah Agung. Oleh karenanya di Indonesia Yayasan berkembang dimasyarakat tanpa ada aturan yang jelas, akibatnya banyak Yayasan yang disalahgunakan dan menyimpang dari tujuan semula yaitu sebagai lembaga yang berprinsip nirlaba non profit dan bertujuan social, keagamaan dan kemanusiaan sedangkan status hukumnya sebagai badan hukum dan subyek hukum belum mempunyai kekuatan hukum yang tegas dan kuat. Yayasan yang telah ada sebelum Undang-undang Yayasan berlaku, tetap diakui sebagai badan hukum apabila Yayasan itu telah didaftarkan di Pengadilan Negeri dan mempunyai izin melakukan kegiatan dari instansi terkait tetap diakui sebagai badan hukum dengan catatan dalam waktu lima tahun wajib menyesuaikan anggaran dasarnya dengan ketentuan Undang-undang dan paling lambat satu tahun sejak saat pelaksanaan penyesuaian wajib diberitahukan kepada Mentri Hukum dan Hak Asasi Manusia. Yayasan Kesejahteraan KORPRI Provinsi Bali yang didirikan pada tahun 1984 melalui keputusan rapat KORPRI Propinsi Bali tanggal 30 Juli 1984 yang dituangkan dalam Akte Notaris no. 83 tanggal 22 Oktober 1984 didirikan untuk mengelola lembaga pendidikan yang diberi nama Universitas Warmadewa. Dalam perkembangannya dengan dikeluarkannya Undang-undangYayasan nomor : 16 tahun 2001 jo nomor: 28 tahun 2004, Yayasan Kesejahteraan KORPRI Provinsi Bali telah melakukan penyesuaian Anggaran Dasar yang dituangkan dalam Akte Notaris no. 44 tanggal 18 Oktober 2011 dan telah mendapat pengesahan oleh Menteri Hukum dan HAM Republik Indonesia Nomor: AHU.2277.AH.01.04 tanggal 10 Juni 2011 sehingga dengan pengesahan dari Menteri Hukum dan HAM Republik Indonesia maka Yayasan Kesejahteraan KORPRI Provinsi Bali secara formal telah berbadan hukum. Sebagai badan hukum Yayasan Kesejhateraan KORPRI Provinsi Bali mengelola enam Unit Pelaksana Kegiatan (UPK) yang dapat diuraikan sebagai berikut:

1. UPK Universitas Warmadewa

Universitas Warmadewa sebagai UPK bergerak dibidang pendidikan tinggi sampai dengan tahun 2013 membawahi 7 (Tujuh) Fakultas terdiri atas 17 (tujuhbelas) program studi, 14 program studi strata S1 dan 3 (tiga) program studi pascasarjana strata S2. Dari 14 program studi strata satu yang tesebar pada 7 (tujuh) Fakultas, telah terakreditasi B sejumlah 10 (sepuluh) Prodi dan terakreditasi C sejumlah 4 (empat) prodi (lihat lampiran 2, tabel 2.2.1.1) yang secara lengkap dapat dilihat updatenya pada website : http://ban-pt.kemdiknas.go.id/direktori.php.

2. UPK PG-PAUD “GUNAPRYADHARMAPATNI”

UPK PG-PAUD “GUNAPRYADHARMAPATNI” dibentuk sebagai upaya untuk mempersiapkan program pendidikan yang dikelola Yayasan bagi masyarakat sejak usia dini, kegiatannyamerupakan kerjasama antara Yayasan Kesejahteraan KORPRI Provinsi Bali dengan Yayasan Pelangi Jimbaran sesuai perjanjian kerjasama No. 022/Yas.KORPRI.UPK/X/2009 dan No. 002/YPJ/X/2009 tangal 30 Oktober 2009 dan SK Pembentukan dari Yayasan Kesejahteraan KORPRI Provinsi Bali no. 384/Yas.Korps/UPK/X/2009, tanggal 30 Oktober 2009 dan kegiatannya dihentikan sementara pada tahun 2011.

3. UPK Klinik Warmadewa

UPK Klinik Warmadewa dibentuk oleh Yayasan Kesejahteraan KORPRI Provinsi Bali berdasarkan Surat Keputusan YayasanNomor 343/Yas.korps/X/2010 tanggal 1 Oktober 2010, diawali dengan layanan kepada karyawan di civitas akademik Universitas Warmadewa yang secara bertahap akan dikembangkan untuk layanan masyarakat sekitar kampus, serta pada masa kedepan diharapkan berkembang menuju Rumah Sakit Pendidikan sebagai fasilitas penunjang untuk pengembangan FKIK Unwar dan layanan kesehatan masyarakat secara umum.

4. UPK Warmadewa Property.

UPK Warmadewa Property dibentuk oleh Yayasan Kesejahteraan KORPRI Provinsi Bali berdasarkan Surat Keputusan YayasanNomor: 499/Yas.Korps/VII/2011 tanggal12 Juli 2011, ditugaskan khusus untuk mengelola dan memberdayakan asset-asset yayasan meliputi kantin dan kios dilingkungan kampus, microbus, serta kedepan diharapkan untuk menjadi perusahaan pengembang (developer) secara mandiri untuk menunjang capaian kesejahteraan bagi semua (Welfare For All).

5. UPK Warmadewa College

UPK Warmadewa College dibentuk oleh Yayasan Kesejahteraan KORPRI Provinsi Bali berdasarkan Surat Keputusan YayasanNomor : 195/IV/2012 tanggal 17 April 2012, dan sudah mendapatkan ijin penyelenggaraan kursus dari Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga Kota Denpasar Nomor : 421.8/314/DIKPORA, tanggal 27 Januari 2014, prioritas kegiatan adalah melayani program “Sarjana Plus” mahasiswa Universitas Warmadewa agar menjadi berkualitas dan kedepan diarahkan menjadi lembaga pendidikan yang berfokus pada soft skill berbentuk Akademi Komunitas.

6. UPK RSU Puri Raharja

Dalam bidang kesehatan, Yayasan bersama Pemerintah Daerah Provinsi Bali dan YayasanKORPRI Pusat mengelola UPK Rumah Sakit Umum Puri Raharja yang secara badan hukum sejak tahun 2003 berbentuk badan hukum Perseroan Terbatas (PT) sesuai akte notaris Nomor: 5, tanggal 16 September 2003, sehingga pengembangannya telah menjadi tanggung jawab sepenuhnya oleh direksi dan komisaris PT.

2.2.2 Aspek Sumber Daya Manusia

Sumber Daya Manusia dilingkungan Yayasan Kesejahteraan KORPRI Provinsi Bali terdiri atas pengelola Yayasan ( Organ Pembina, Organ Pengawas dan Organ Pengurus) serta karyawan yang terdiri dari karyawan edukatif atau dosen, karyawan kependidikan, karyawan administrasi, karyawan pelatih atau instruktur, karyawan medis atau dokter, karyawan paramedis (perawat dan bidan),serta karyawan lainnya. Jumlah seluruh karyawan yang berkegiatan dilingkungan Yayasan Kesejahteraan KORPRI Provinsi Bali 478 orang, tersebar, berkegiatan dan ditugaskan pada unit pelaksana kegiatan atau UPK dan Sekretariat Yayasan seperti pada tabel 2.1 dan tabel 2.2.

Yayasan sebagai pengelola kegiatan dibidang jasa pendidikan, selain mengelola SDM yang terdiri atas karyawan seperti diatas, juga mengelola SDM yang terdiri atas mahasiswa sebagai peserta didik. Adapun kondisi sumber daya manusia Yayasan dimaksud dapat diuraikan sebagai berikut:

1. Karyawan

a. Tenaga edukatif atau dosen yang dipekerjakan di UPK Universitas Warmadewaterdiri atas dosen biasa atau dosen tetap, dosen kontrak, dan dosen yang diperbantukan (Kopertis). Jumlah dosen keseluruhan adalah 294orang terdiri atas 209 orang dosen tetap, 29 dosen kontrak, dan 56 orang dosen kopertis. Khusus untuk dosen tetap dan dosen kopertis berjumlah 284 orang dengan kualifikasi seperti tabel 2.1 berikut. (sumber: Bagian Kepegawaian Unwar, per Maret 2014)

Tabel 2.1

Kualifikasi Dosen Universitas Warmadewa Tahun 2013

No

Kualifikasi Dosen

Jumlah/Orang

1.

2.

3.

4.

5.

Guru Besar

Lektor Kepala

Lektor

Asisten Ahli

Belum Memiliki Jabatan Akademik

5

144

71

19

55


Jumlah

294

Sumber: Kabag Kepegawaian Unwar per Maret 2013

b. Tenaga administratif merupakan tenaga yang diangkat oleh Yayasan dengan tugas melayani kegiatan dan melaksanakan tertib administrasi dalam bidang sekretariat maupun keuangan yang bertugas di Sekretariat Yayasan, Universitas Warmadewa dan UPK Non Universitas Warmadewa. Tahun 2013jumlah tenaga administrasi Yayasan sebanyak 184 orang dengan kualifikasi seperti tabel 2.2 berikut.

Tabel 2.2

Tenaga Administrasi (Karyawan Tetap dan Kontrak tetap) Sesuai Unit Kerja

Tahun 2013

No

Kualifikasi tenaga Administrasi

Jumlah /Orang

1.

2.

3.

4.

5

Sekretariat Yayasan

UPK Universitas Warmadewa

UPK Klinik Warmadewa

UPK Warmadewa Proverty

UPK Warmadewa College

22

146

6

2

8


Jumlah

184

Sumber: Bagian Kepegawaian Yayasan per Maret 2014

Tabel 2.3

Kualifikasi Tenaga Administrasi Universitas Warmadewa menurut golongan

Tahun 2013

No

Kualifikasi tenaga Administrasi

Jumlah /Orang

1.

2.

3.

4.

5.

Golongan I

Golongan II

Golongan III

Golongan IV

Tanpa golongan

1

10

39

69

27


Jumlah

146

Sumber: Bagian Kepegawaian Unwar per Maret 2014

Tabel 2.3

Kualifikasi Tenaga Administrasi Karyawan

Sekretariat Yayasan Menurut Golongan Tahun 2013

No

Kualifikasi tenaga Administrasi

Jumlah /Orang

1.

2.

3.

4.

5.

Golongan I

Golongan II

Golongan III

Golongan IV

Tanpa golongan/kontrak

1

11

9

-

2


Jumlah :

23

Sumber: Bagian Kepegawaian Yayasan per Maret 2014

Tabel 2.4

Kualifikasi Karyawan UPK Klinik Warmadewa Tahun 2013

No

Kualifikasi Karyawan

Jumlah /Orang

1.

2.

Tenaga Tetap

Tenaga Kontrak

2

4


Jumlah

6

Sumber: Bagian Kepegawaian Yayasan per Maret 2014

Tabel 2.5

Kualifikasi Karyawan UPK Warmadewa Property Menurut Golongan

Tahun 2013

No

Kualifikasi Karyawan

Jumlah /Orang

1.

2.

3.

4.

Golongan IV

Golongan III

Golongan II

Golongan I

-

1

1

-


Jumlah

2

Sumber: Bagian Kepegawaian Yayasan per Maret 2014

Tabel 2.6

Kualifikasi Karyawan UPK Warmadewa College Tahun 2013

No

Kualifikasi Karyawan

Jumlah /Orang

1.

2.

Tenaga Tetap

Tenaga Kontrak

1

7


Jumlah

8

Sumber: Bagian Kepegawaian Yayasan per Maret 2014

2. Mahasiswa Universitas Warmadewa adalah mahasiswa yang tersebar di tujuh fakultas yaitu Fakultas Ekonomi, Hukum, Sastra, FISIP, Pertanian, Teknik dan FKIK. Kondisi mahasiswa Universitas Warmadewa tahun 2008-2013 per bulan September adalah seperti pada tabel 2.3 berikut :


Tabel 2.3

Kondisi Mahasiswa Tujuh Fakultas di Universitas Warmadewa Tahun 2008-2013

Per September 2013

No.

Fakultas

Mahasiswa

2008

2009

2010

2011

2012

2013

1.

Fakultas Ekonomi

1.026

482

954

734

1.225

1.537

2.

Fakultas Hukum

323

258

331

459

380

480

3.

Fakultas Sastra

196

130

224

307

259

316

4.

Fakultas Fisip

91

64

107

153

125

129

5.

Fakultas Pertanian

65

34

100

161

149

173

6.

Fakultas Teknik

180

50

2102

289

239

332

7.

FKIK


53

159

224

275

340


TOTAL :

1.881

1.929

2.471

2.327

2.652

3.307

Sumber: Kabag Kepegawaian dan Kemahasiswaan Unwar per Maret 2014

Jumlah mahasiswa Universitas Warmadewa per bulan September Tahun 2013 adalah 3.307orang dengan rasio antara dosen dan mahasiswa adalah satu berbanding tujuh (1:7) seperti rincian pada tabel 2. 4 berikut ini.

Tabel 2. 4

Rasio Dosen dan Mahasiswa Universitas Warmadewa Tahun 2013

NO

FAKULTAS

DOSEN

MAHASISWA

PERBANDINGAN

1

Ekonomi

64

1.537

1

24

2

Hukum

42

480

1

11

3

Teknik

32

332

1

10

4

Sastra

31

316

1

10

5

FISIP

22

129

1

5

6

Pertanian

48

173

1

3

7

FKIK

41

340

1

8

8

Pasca Sarjana

14

238

1

17


Jumlah :

294

3.545

8

88

Sumber : Bagian Kepegawaian Unwar Per Maret 2014

Tabel. 2.3 di atas menunjukkan bahwa jumlah mahasiswa mulai tahun 2008-2013 cenderung meningkat dari 1.881 orang tahun 2008 menjadi orang 1.929 tahun 2009, 2.471 orang tahun 2010, 2.327 orang tahun 2011, 2.652 orang tahun 2012 dan 3.307 orang tahun 2013.

2.2.3 Aspek Sarana Prasarana

Aspek sarana prasarana Yayasan Kesejahteraan KORPRI Provinsi Bali meliputi sarana prasarana di Sekretariat Yayasan dan di Kampus Universitas Warmadewa.

1. Sarana Prasarana Sekretariat Yayasan

Sarana prasarana Sekretariat Yayasan berupa bangunan beralamat di Jalan Merdeka VI/5 Sumerta Kelod Denpasar Timur. Bangunan tersebut berdiri di atas tanah seluas 1176 M2 terdiri atas tempat suci, gedung berlantai 2, dan tempat parkir.Yayasan juga memiliki 5 (lima) unit kendaraan roda empat yakni 4 (empat) unit untuk operasional pengurus, 1 (satu) unit untuk kendaraan operasional, serta 3 unit kendaraan roda 2 untuk kepala bagian dan 1 unit untuk kendaraan operasional. Selain itu Yayasan memiliki inventaris kantor berupa 18 unit komputer, 1 unit komputer server, 9 unit laptop, 19 unit AC, 3 unit kipas angin gantung, serta inventaris pendukung lainnya.

2. Sarana Prasarana Kampus Universitas Warmadewa

Sarana prasarana kampus Universitas Warmadewa berupa areal kampus seluas 5 Ha terdiri atas tempat suci, gedung, tempat parkir, fasilitas olah raga berupa lapangan basket, dan taman kampus. Gedung Warmadewa terdiri atas 3 kompleks, yaitu kompleks kampus timur, barat, dan utara. Kampus timur terdiri atas 2 unit yaitu unit I terdiri atas 4 lantai dimanfaatkan untuk sekretariat Fakultas Hukum, Ruang kuliah, dan Perpustakaan. Unit II terdiri atas 4 lantai dimanfaatkan untuk Ruang Rektorat, Ruang Auditorium, Ruang Sidang, Ruang Kuliah, dan Sekretariat Fakultas Ekonomi. Kampus barat terdiri atas 4 unit yaitu Gedung E : Lab Ketrampilan Klinik, Gedung F1 : FKIK Unwar, Gedung F2 : Fakultas Kedokteran Baru, Sekretariat dan Ruang Kuliah FKIK dan Gedung G : UPK Klinik Warmadewa, Sekretariat FISIP, Fakultas Sastra, Faultas Teknik, Pascasarjana dan Ruang kuliah Mahasiswa. Sedangkan Gedung I diperuntukan untuk Sekretariat kemahasiswaan, Badan Eksekutif Mahasiswa ( BEM) Unwar dll dan Gedung J diperuntukkan untuk Sekretariat Fakultas Pertanian dan Ruang Kuliah Fakultas Pertanian. Di tengah-tengah kampus terdapat tempat pakir dan fasilitas olah raga yang cukup memadai.

Selain itu Warmadewa juga memiliki fasilitas lain yaitu wantilan, taman kampus, kantin, koperasi, foto copy, kendaraan, jaringan internet, dan inventaris kantor. Kendaraan yang dimiliki adalah 18 unit kendaraan roda empat, 4 unit diperuntukkan untuk pimpinan universitas,untuk lembaga 1 unit, untuk operasional 2 unit, fakultas dan pascasarjana 11 unit.

3. Sarana Prasarana untuk UPK Klinik Warmadewa :

Sarana prasarana untuk UPK Klinik Warmadewa terdiri atas Kendaraan roda 4 sebanyak 1 unit, AC sebanyak 2 unit, TV 24 inc 1 unit, computer + printer 1 unit, kulkas untuk penyimpanan obat 1 unit.

4. Sarana Prasarana untuk UPK Warmadewa Property

Sarana Prasarana untuk UPK Warmadewa Property terdiri atas kendaraan roda 2 untuk Direktur sebanyak 1 unit, computer + printer 2 unit serta inventaris barang lainnya.

5. Sarana Prasarana untuk UPK Warmadewa College

Prasarana untuk UPK Warmadewa College terdiri atas 24 set meja siswa dan 1 set meja tutor + komputer, komputer untuk pelatihan sebanyak 10 unit dan 4 unit untuk Direktur dan Sekretariat UPK Wacoll, AC sebanyak 7 unit dan sarana prasarana lainnya.

2.2.4 Aspek Pendanaan

1. Yayasan Kesejahteraan KORPRI

Aspek keuangan Yayasan sampai dengan tahun 2013 berupa aset lancar sejumlah Rp 21.684.875.933 dan aset tetap dengan nilai buku sebesar Rp 64.712.919.572. Rincian aset lancar dan aset tetap adalah seperti tabel 2.5 berikut.

Tabel 2.5

Aset Yayasan Tahun 2013

No

Aset Lancar

Jumlah

Aset Tetap

Jumlah

1

2

3

4

Kas dan setara kas

Deposito

Piutang afiliasi

Uang Muka Mhs

19.541.261.601

2.000.000.000

77.792.000

65.822.332

Tanah

Bangunan

Kendaran

Inventaris

12.714.037.500

39.073.234.289

2.904.524.000

10.021.123.783


Jumlah

21.684.875.933


64.712.919.572

Akumulasi Penyusutan

14.430.155.416

Nilai Buku

50.282.764.155

Investasi di RSPR

630.000.000

Total Aktiva

72.597.640.088

Sumber: Laporan Audit Akuntan 2013

2. Pendanaan masing-masing UPK secara garis besar teruraikan pada rencana anggaran pendapatan dan rencana anggaran biaya yang ditetapkan setiap tahun oleh Ketua Yayasan Kesejahteraan KORPRI Provinsi Bali, yang secara umum tertuang pada RAPB tahun 2013, sbb :

a. UPK Universitas Warmadewa

a.1 Rencana Anggaran Pendapatan (RAP) : Rp. 51.009.000.000,00

a.2 Rencana Anggaran Belanja (RAB) : Rp. 43.357.650.000,00

b. UPK Klinik Warmadewa

b.1 Rencana Anggaran Pendapatan (RAP) : Rp. 185.209.959,00

b.2 Rencana Anggaran Belanja (RAB) : Rp. 171.368.440.88

c. UPK Warmadewa Property

c.1 Rencana Anggaran Pendapatan (RAP) : Rp. 186.631.004,00

c.2 Rencana Anggaran Belanja (RAB) : Rp. 115.766.037,00

d. UPK Warmadewa College

d.1 Rencana Anggaran Pendapatan (RAP) : Rp. 1.024.350.000,00

d.2 Rencana Anggaran Belanja (RAB) : Rp. 245.032.000,00

e. UPK RSU Puri Raharja

Untuk UPK RSU Puri Raharja yang sudah berbentuk Perseroan Terbatas (PT), Yayasanmenerima deviden sebesar Rp. 45.620.886,00 pada tahun 2013.

BAB III

ANALISIS KEKUATAN, KELEMAHAN, PELUANG, ANCAMAN (KKPA)

DAN ISU-ISU STRATEGIS

3.1 Analisis Kekuatan Kelemahan Peluang Ancaman (KKPA) Kondisi Yayasan Tahun 2013

Analisis KKPA merupakan pendekatan atas teori SWOT adalah alat yang digunakan untuk mengidentifikasi isu-isu internal dan eksternal yang mempengaruhi kemampuan dalam memasarkan event. Analisis SWOT merupakan sebuah bentuk analisis kondisi yang bersifat diskriptif, yang terdiri atas empat komponen dasar yaitu kekuatan organisasi saat ini (strength), kelemahan organisasi (weakness), peluang untuk berkembang (opportunity), dan tantangan bagi organisasi (threat). Analisis SWOT kondisi Yayasan tahun 2013adalah sebagai berikut.

3.1.1. Kekuatan (Strength)

1. Aset yang diserahterimakan sebesar Rp. 62.096.192.194

2. Sumber Daya Manusia dengan jumlah cukup besar berupa 294 orang dosen, 184 orang tenaga administrasi, 3.307 orang mahasiswa.

3. Sarana prasarana berupa kantorYayasan, kampus Universitas Warmadewa, kendaraan, dan inventaris pendukung lainnya yang cukup memadai.

4. Kepercayaan masyarakat pada lembaga cukup baik.

5. StakeholdersKORPRI Bali dan loyalitas karyawan Yayasan.

6. Pengalaman para Pengurus dan networking.

3.1.2. Kelemahan (Weaknesses)

1. Kinerja, disiplin kerja, dan kualitas karyawan belum memadai serta belum ada tauladan atau panutan.

2. Sistem rekruitmen dan pembinaan karier tidak terpolakan.

3. Rendahnya pemanfaatan informationcommunication tecnology (ICT).

3.1.3. Peluang (Opportunities)

1. Jaringan stakeholders di seluruh Bali dan Nasional.

2. Jaringan pengelola Perguruan Tinggi Swasta seluruh Indonesia.

3. Suasana reformasi dan demokratisasi sesuai amanat undang-undang.

3.1.4. Ancaman (Threats)

1. Banyaknya kompetitor dan tuntutan kompetisi yang tinggi.

2. Tuntutan dan trend masyarakat yang berubah semakin kritis.

3. Mencapai suasana kondusif untuk terwujudnya efektif, efisien, dan produktif.


3.2 Isu-isu Strategis Yayasan Kedepan

3.2.1 Pengembangan Kelembagaan (Institutional Building)

1. Penegasan sebagai organisasi yang berbentuk Yayasan, memiliki karakter khas (kegiatan sosial dan bertanggung jawab kepada publik) dalam hal ini harus tercermin pada Tata Kelola dan hubungan kerja antar lembaga (Yayasan sebagai payung hukum dan/atau terhadap Unit Pelaksana Kegiatan (UPK).

2. Penegasan atas UPK sebagai strategic bussiness unit (SBU) atau lembaga yang secara bertahap didorong untuk mencapai manajemen mandiri dengan badan hukum yang telah ditetapkan (profit atau non profit oriented).

3. Penegasan evaluasi kinerja atas UPK secara berkala dalam hal capaian terhadap goals atau sasaran.

4. Khusus UPK Warmadewa Property perlu penegasan arah kebijakan menjadi lembaga profit bisnis (developer) atau lembaga non profit (diklat bidang property).

5. Penyediaan sistem dan tata kelola yang transparan dan akuntabel (perlu dukungan Standar Operasional Prosedur (SOP).

3.2.2 Pengembangan Kapasitas (Capacity Building)

1. Yayasan sebagai payung hukum dengan Sekretariat sebagai suporting staff perlu meningkatkan kualitas layanan yang lebih cepat, tepat dan akurat.

2. Penegasan atas Tata Kelola (keuangan, karyawan dan sarana prasarana) perlu didukung dengan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) yang memadai, kemampuan soft skill dan hard skill (entrepreneur dan leadership)

3. Peningkatan kapasitas lembaga selain didukung dengan SDM yang memadai juga perlu dukungan atas finansial/investasi yang cukup untuk percepatan pengembangan ( akses perbankan dan akuntabilitas)

3.2.3 Pengembangan Budaya Organisasi (Character Building).

1. Standarisasi kualitas SDM untuk pelaksanaan RewardandPunishment (berkualitas dan berintegritas)

2. Standarisasi kesejahteraan SDM (karyawan)

3. Standarisasi nilai-nilai UPK sesuai karakter sebagai lembaga profit atau non profit

4. Standarisasi fokus UPK yang melaksanakan kegiatan sesuai visi Yayasan (bidang lingkungan)

3.2.4 Pengembangan Jejaring (Networking) perlu terus dikembangkan untuk menjaga nama brand Warmadewa sebagai produk unggulan dan diramu dalam kemasan holding company, sehingga sangat dibutuhkan adanya sub unit khusus yang menangani kehumasan dan promosi secara profesional.

3.2.5 Pengembangan infrastruktur (sarana prasarana) untuk mendukung pengembangan UPK menuju kemandirian.

3.2.6 Peningkatan kesejahteraan karyawan (sandang, pangan, papan, kesehatan dan pendidikan) yang memenuhi kebutuhan minimal untuk keamanan dan kenyamanan.


BAB IV

RENCANA STRATEGISYAYASAN KESEJAHTERAAN KORPRI PROVINSI

BALI 2014-2018

4.1.Arah Kebijakan

Rumusan kebijakan dimaksud untuk acuan dalam penyamaan persepsi, pola pikir dan perencanaan langkah lebih lanjut sebagai berikut :

1. Meningkatkan kualitas layanan kesekretariatan yang lebih ramah, cepat dan akurat.

2. Meningkatkan kualitas kinerja Sumber Daya Manusia (SDM) secara lebih maksimal sesuai tuntutan profesi.

3. Menciptakan suasana kondusif dalam lingkup sekretariat, kampus Unwar dan stake holder menuju hasil yang lebih maju.

4.1.1 Visi

Menjadikan Yayasan Kesejahteraan KORPRI Provinsi Bali sebagai pusat pengembangan sumber daya manusia yang unggul, berintegritas, berwawasan budaya dan lingkungan,serta tercapainya kesejahteraan bersama (Wellfare For All) tahun 2034.

4.1.2 Misi

1 Mengembangkan institusi dibidang pendidikan dan kesehatan untuk menghasilkan SDM yang unggul, berintegritas dan berwawasan budaya dan lingkungan;

2 Meningkatkan kapasitasdan kualitas SDM dalam mengelola institusi melalui pendidikan, pelatihan dan pengembangan karakter yang unggul, berintegritas dan berwawasan budaya dan lingkungan;

3 Mengembangkan sistem tata kelola yang berbasis Teknologi Informasi (TI) dengan didukung kualitas sarana-prasarana untuk memberikan pelayanan prima;

4 Mengembangkan jejaring (Networking) dengan institusi yang memiliki misi dan tujuan yang sejalan dan/atau memberikan manfaat bagi pengembangan institusi;

5 Mengembangkan kegiatan layanan sosial bagi masyarakat dan karyawan yang berwawasan budaya dan lingkungan.

6 Meningkatkan pendapatan karyawan (take home pay) untuk mewujudkan kesejahteraan bersama (Wellfare for all).


4.1.3 Tujuan

Terwujudnya institusi dan SDM yang unggul, berintegritas, berwawasan budaya danlingkungan,serta tercapainya kesejahteraan bersama (Wellfare For All) tahun 2034.

4.1.4 Sasaran

1 Menjadikan Unit Pelaksana Kegiatan (UPK)sebagai institusi dengan tata kelola modern berbasis informasi teknologi (IT) memenuhi standard (quality assurance)

2 Mewujudkan UPK yang berkompeten dan kompetitif dalam menghasilkan SDM yang unggul, berintegritas, kompetitif dan berwawasan lingkungan.

3 MewujudkanSDM yang unggul, berintegritas dan berwawasan lingkungan untuk memberikan pelayanan prima kepada stakeholders dengan Sistem Informasi Manajemen Terpadu (SIM-T) berbasis Teknologi Informasi

4 Meningkatkan omset institusisekitar 29% per tahun, mencapai lebih dari Rp. 185.000.000.000,00 pada tahun 2018.

5 Meningkatkan aset institusi sekitar 26% per tahun, mencapai lebih dari Rp. 71.000.000.000,00 pada tahun 2018.

6 Meningkatkan citra institusi menjadi kebanggaan masyarakat Bali.

7 Meningkatkan total pendapatan (takehomepay) karyawan setara Aparatur Sipil Negara (ASN) untuk mewujudkan kesejahteraan bersama (welfareforall).

4.2.Bidang – Bidang Kegiatan

Kegiatan yang menjadi fokus Yayasan dalam upaya memberi layanan kepada masyarakat untuk mencapai kesejahteraan bersama (welfare for all) adalah:

4.2.1. Bidang Pendidikan.

a. Pendidikan formal meliputi pendidikan tinggi, pendidikan menengah, pendidikan dasar dan pendidikan anak usia dini.

b. Pendidikan non formal bagi semua umur dan golongan yang meliputi pendidikan keterampilan (soft skill).

4.2.2. Bidang Kesehatan

a. Layanan kesehatan masyarakat dalam bentuk klinik kesehatan maupun pusat kesehatan masyarakat.

b. Layanan kesehatan masyarakat dalam bentuk Rumah Sakit Terpadu yang melibatkan pendidikan kedokteran dan ilmu kesehatan masyarakat.

4.2.3. Bidang Sosial

a. Layanan sosial kepada masyarakat yang terkait dengan pelaksanaan pengabdian kepada masyarakat sebagai perwujudan dari tridarma perguruan tinggi yang diselenggarakan Yayasan.

b. Layanan dan pembinaan peningkatan kualitas kesehatan masyarakat melalui penyuluhan dan pendikan informal lainnya.

4.3.Program Strategis

4.3.1 Pengembangan Kelembagaan (Institutional Building)

1. Penegasan sebagai organisasi yang berbentuk Yayasan, memiliki karakter khas (kegiatan sosial dan bertanggung jawab kepada publik) dalam hal ini harus tercermin pada Tata Kelola dan hubungan kerja antar lembaga (Yayasan sebagai payung hukum dan/atau terhadap UPK).

2. Penegasan atas UPK sebagai strategic bussiness unit (SBU) atau lembaga yang secara bertahap didorong untuk mencapai mamajemen mandiri dengan badan hukum yang telah ditetapkan (profit atau non profit oriented)

3. Penegasan evaluasi kinerja atas UPK secara berkala dalam hal capaian terhadap goals atau sasaran.

4. Khusus UPK Warmadewa Property perlu penegasan arah kebijakan menjadi lembaga profit bisnis (developer) atau lembaga non profit (diklat bidang property)

5. Penyediaan sistem dan tata kelola yang transparan dan akuntabel (perlu dukungan Standar Operasional Prosedur (SOP))

4.3.2 Pengembangan Sumber Daya Manusia (Capacity Building and Character Building)

1. Yayasan sebagai payung hukum dengan Sekretariat sebagai supoorting staff perlu meningkatkan kualitas layanan yang lebih cepat, tepat dan akurat.

2. Penegasan atas Tata Kelola (keuangan, karyawan dan sarana prasarana) perlu didukung dengan kualitas SDM yang memadai, kemampuan soft skill dan hard skill (entrepreneur dan leadership)

3. Peningkatan kapasitas lembaga selain didukung dengan SDM yang memadai juga perlu dukungan atas finansial/investasi yang cukup untuk percepatan pengembangan ( akses perbankan dan akuntabilitas)

4.3.3 Pengembangan Jejaring (Networking) perlu terus dikembangkan untuk menjaga nama ”brand” Warmadewa sebagai produk unggulan dan diramu dalam kemasan holding company, sehingga sangat dibutuhkan adanya sub unit khusus yang menangani kehumasan dan promosi secara profesional.

4.3.4 Pengembangan layanan prima baik di Sekretariat Yayasan maupun UPK dalam lingkup Yayasan untuk memenangkan kompetisi dengan kompetitor.

4.3.5 Pengembangan infrastruktur (sarana prasarana) terkait pengembangan UPK menuju kemandirian.

4.3.6 Peningkatan kesejahteraan karyawan (sandang, pangan, papan) yang memenuhi kebutuhan minimal untuk keamanan dan kenyamanan.

Sebagai gambaran atas proses penyusunan Renstra Yayasan Kesejahteraan KORPRI Provinsi Bali 2014-2018 secara diagram adalah seperti pada Bagan 1 tentang Manajemen Strategis dan Bagan 2 tentang Alur (Flow Chart) Renstra.

4.4. Tahap dan Sasaran Pengembangan

4.4.1 Tahap Konsolidasi

Tahun 2014 merupakan tahap konsolidasi bagi lembaga, yaitu tahap untuk melakukan instrospeksi atas perjalanan lembaga dalam 30 tahun sebelumnya dan sekaligus sebagai momentum menetapkan visi-misi baru jangka panjang (20 tahun kedepan) dalam Visi 2034, jangka menengah (tiap lima tahun kedepan) dalam Renstra dan goals pada setiap tahunnya.

4.4.2 Tahap Mandiri

Tahun 2015 sampai dengan tahun 2018 merupakan tahap pengembangan system dan tata kelola lembaga, pengembangan karakter dan kapasitas sumber daya manusia, peningkatan sarana prasarana pendukung, pengembangan jejaring (networking) dalam menuju penguatan institusi.

4.4.3 Tahap Pengembangan

Tahun 2018 merupakan tahun akhir Renstra lima tahunan lembaga, kembali merupakan siklus untuk melakukan evaluasi perjalanan lembaga lima tahun terakhir untuk menetapkan target/sasaran jangka menengah dalam rencana strategis lima tahun kedua yang wajib untuk mengembangkan kemampuan institusi sesuai potensi dan peluang sumber daya yang tersedia serta tantangan kompetitif yang dihadapi.

Uraian tentang program dan sasaran/target/goals dalam tiap tahap dan tiap tahun adalah seperti pada tabel Program dan Sasaran Renstra Yayasan 2014-2018 terlampir.


BAB V

PENUTUP

Rencana Strategis Yayasan Kesejahteraan KORPRI Provinsi Bali tahun 2014-2018 disusun sebagai gambaran secara lebih nyata kepada masyarakat tentang eksistensi dan kegiatan Yayasan Kesejahteraan KORPRI Provinsi Bali. Renstra ini juga dapat sebagai acuan bagi unit-unit pelaksana kegiatan yang bernaung di bawah Yayasan Kesejahteraan KORPRI Provinsi Bali, panduan pelaksanaan bagi organ Yayasan dan sekaligus alat kontrol/evaluasi internal maupun eksternal.

Sehingga dalam kurun waktu lima tahun kedepan (2014-2018) Yayasan Kesejahteraan KORPRI Provinsi Bali sebagai lembaga publik mampu menunjukkan kinerjanya kepada masyarakat sesuai visi-misi yang diembannya.

Semoga pikiran baik datang dari semua penjuru

BAB I

PENDAHULUAN

 

1.1  Latar Belakang

Situasi dan keadaan masa depan sulit untuk diramalkan karena pengaruh globalisasi dan komunikasi yang melanda hampir secara merata, namun dapat dipastikan bahwa ilmu pengetahuan dan teknologi merupakan sumber penggerak utama pertumbuhan ekonomi, atau bahkan kemajuan kehidupan masyarakat disebagian besar negara di dunia.

 

Yayasan Kesejahteraan KORPRI Provinsi Bali yang dibentuk oleh Dewan Pembina KORPRI Provinsi Bali pada tahun 1984, diharapkan mampu menjadi wahana bagi unit KORPRI Provinsi Bali untuk meningkatkan kesejahteraan warganya serta masyarakat pada umumnya. Sehingga eksistensinya di masyarakat sangat menjadi dambaan, mengingat perubahan lingkungan yang demikian cepat dan cenderung mengabaikan kaidah – kaidah sosial yang berbasiskan pada masyarakat kurang mampu.

Rencana Strategis (Renstra) Yayasan Kesejahteraan KORPRI Provinsi Bali disusun sebagai upaya untuk memberikan arah perkembangan yang dituju dalam kurun waktu lima tahun kedepan (2014-2018)

Sesuai maksud dan tujuan dan pembentukannya, Yayasan Kesejateraan KORPRI Provinsi Bali melaksanakan kegiatan bersifat non profit oriented. Namun sebagai lembaga swasta perlu memahami dengan baik potensi (internal) maupun kendala (eksternal) yang harus diatasi.

Bidang kegiatan Yayasan Kesejahteraan KORPRI Provinsi Bali diarahkan berfokus pada ranah pendidikan, kesehatan dan sosial. Melalui Unit Pelaksana Kegiatan (UPK) sebagai perpanjangan tangan organ Yayasan, diharapkan secara bertahap mampu mewujudkan kesejahteraan yang dicita-citakan.

 

Lima tahun kedepan merupakan masa yang sangat menentukan bagi lembaga, mengingat suasana nasional semakin kondusif dan memberikan kebebasan bagi warganya untuk secara profesional melaksanakan kegiatan dalam koridor/payung hukum yang telah ditetapkan.

 

1.2  Tujuan dan Manfaat

Rencana Strategik periode 2014-2018   yang disusun ini diharapkan mampu menjadi suluh dan panduan koordinasi kegiatan antar unit yang dibentuk.

 


 

BAB II

GAMBARAN UMUM YAYASAN  2013

 

2.1.  Evaluasi Pelaksanaan Renstra 2009-2013

Berdasarkan  implementasi dan  evaluasi  terhadap rencana strategis Yayasan  periode lima tahun (2009-2013) dapat disimpulkan capaian atas program kerja Yayasan Kesejahteraan KORPRI Provinsi Bali adalah sebagai berikut:

 

2.1.1   Capaian Bidang Kegiatan.

  1. Di bidang pendidikan, Yayasan telah mengembangkan Universitas Warmadewa yang awalnya terdiri dari enam Fakultas menjadi tujuh Fakultas, dariyang semula 17Program studi (Prodi) strata satu, berubah menjadi  14 Prodi strata satu serta3Prodi Pascasarjana (strata dua). Yayasan juga telah membentuk Unit Pelaksana Kegiatan (UPK)baru sesuai target mencapai lima UPK seperti Pendidikan Guru (PG) Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) ”GUNAPRIYADHARMAPATNI” dan UPK Warmadewa College (Wacol).Untuk meningkatkan kinerja UPK Universitas Warmadewa, mulai tahun anggaran 2012 Yayasan memberikan otonomi pengelolaan dana kegiatan Tridharma Perguruan Tinggi dan pengembangan kampus dengan alokasi 85% dari pendapatannya.
  2. Dalam bidang kesehatan, Yayasan bersama Pemerintah Daerah Provinsi Bali dan YayasanKORPRI Pusat memiliki UPK Rumah Sakit Umum Puri Raharja yang secara badan hukum berbentuk Perseroan Terbatas (PT).  Yayasan telah mengembangkan dan membuka UPK Klinik Warmadewa untuk memberikan pelayanan kesehatan kepada karyawan dan mahasiswa serta memberi layanan kesehatan kepada masyarakat umum.
  3. Di bidang  sosial, Yayasan telah melakukan beberapa kegiatan antara lain kegiatan peningkatan pemahaman spiritual karyawan, pelestarian lingkungan, kemanusiaan dan pengentasan kemiskinan. Yayasan juga telah membentuk UPK Warmadewa Property untuk memberdayakan sumber daya yang ada dalam rangka pengembangan kualitas sarana prasarana dan rintisan peningkatan kesejahteraan karyawan.

 

2.1.2   Capaian Program Strategis.

  1. Capaian program pengembangan kelembagaan (Institutional Building), Yayasan telah melakukan tiga hal penting yaitu (1) reformasi organisasi dengan menyempurnakan Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga sesuai ketentuan peraturan perundangan yang berlaku, menyusunRencana Strategis (Renstra) 2009-2013, menetapkan Anggaran Pendapatan Belanja (APB) setiap tahun anggaran, mengevaluasi kinerja UPK, mereorganisasi Sekretariat Yayasan, menyempurnakan Organisasi Tata Kelola (OTK), merotasi karyawan, dan mensosialisasikan disiplin kerja; (2) reformasi birokrasi dengan menyempurnakan pedoman tata kelola bidang Keuangan, bidang Sumber Daya Manusia (SDM) dan bidang Sarana Prasarana, menetapkan pedoman Sistem Informasi Manajemen (SIM), pelatihan Sistem Pengawasan Intern (SPI); dan (3) penataan lingkungan kerja  dengan mendata dan memanfaatkan ruang sekretariat secara efektif, pembuatan master plankampus UPK Universitas Warmadewa, registrasi KIR, dan penataan halaman kantor Yayasan serta pembangunan beberapa gedung baru dan penataan parkir/taman  kampus UPK Universitas Warmadewa.
  2. Capaian programdalam pengembangan Sumber Daya Manusia (Capacity and Character Building), Pengurus Yayasan meningkatkan pemberian beasiswa dan subsidi bagi dosen yang menempuh pendidikan lanjutan Pascasarjana (S2 dan S3), memberikan pelatihan-pelatihan kepada dosen dan tenaga penunjang kependidikan, tenaga administrasi, serta memberikan penghargaan Widya Karya Nugraha (Wikan Award)kepada tokoh masyarakat yang berjasa terhadap pengembangan Yayasan dan Universitas Warmadewa, juga memberikan penghargaan kepada karyawan untuk masa kerja tertentu, dan secara bertahap meningkatkan kesejahteraan karyawan.
  3. Capaian programdalam bidang peningkatan jumlah Unit Pelaksana Kegiatan (UPK) telah dilakukan pembentukan  empat UPK baru seperti pada uraian diatas selain dua UPK yang sudah ada Universitas Warmadewa dan Rumah Sakit Puri Raharja (Unwar dan RSPR). Sehingga jumlah UPK menjadi enam, namun khusus untuk UPK PG PAUD ”GUNAPRIYADHARMAPATNI” masih dicarikan format yang cocok sehingga lebih mampu menjawab tuntutan dan tantangan masa depan.
  4. Capaian program pengembangan jejaring (networking) Yayasan telah melakukan sosialisasi (road show) ke berbagai instansi pemerintah, swasta, dan menjalin kerjasama dengan beberapa media, serta melakukan kerjasama kelembagaan dengan  pihak/institusi/lembaga lain dalam berbagai kegiatan.

 

2.1.3   Capaian Sasaran.

1            Capaian sasaran untuk peningkatan aset Yayasan dengan target sasaran mencapai Rp. 11 milyar tahun 2013 telah terlampaui menjadi Rp 26.863.852.040,00 pada tahun  2012 atau naik sekitar 144,22 % dan tahun 2013 mengalami penurunan menjadi Rp. 21,684,875,933 atau turun sekitar 23.88%.

2        Capaian sasaran untuk peningkatan omset yang ditargetkan menjadi Rp.10 milyar pada tahun 2012 telah terlampaui menjadi Rp. 44.382.142.027,00 tahun 2012 atau naik sekitar 382,70%.

3        Capaian sasaran untuk peningkatan jumlah Unit Pelaksana Kegiatan (UPK) menjadi lebih dari lima  unit tahun 2013 telah tercapai menjadi enam UPK dengan membentuk empat UPK baru disamping dua UPK yang sudah ada. UPK yang sudah ada adalah UPK Universitas Warmadewa dan UPK Rumah Sakit Umum Puri Raharja sedangkan 4 UPK baru  adalah UPK PG PAUD ”GUNAPRYADHARMAPATNI”, UPK Klinik Warmadewa, UPK Warmadewa Propertydan UPK Warmadewa College. Khusus untuk UPK Rumah Sakit Umum Puri Raharja karena sudah berbentuk Perseroan Terbatas (PT) mulai tahun 2003, Yayasan menjadi salah satu pemegang saham dan komisaris PT bersama Pemerintah Provinsi Bali dan YayasanKORPRI Pusat.

4        Capaian sasaran untuk peningkatan kesejahteraan karyawan dengan penerimaan/take home pay PNS plus mulai tahun 2013, Pengurus Yayasan telah melakukan upaya peningkatan kesejahteraan mulai dengan memberikan gaji ke 13, meningkatkan gaji pokok  gol I dan II 15% dan gol III dan IV 10 %, menaikkan gaji secara proporsional 20%, meningkatkan tunjangan pangan, meningkatkan THR, meningkatkan DPLK BNI, meningkatkan uang minum, peningkatan pemberian penghargaan masa kerja 15 tahun, 25 tahun, dan 30 tahun, meningkatkan pendapatan pensiun dari tiga kali gaji menjadi lima kali gaji, kenaikan pangkat/golongan istimewa satu tingkat lebih tinggi enam bulan sebelum masa pensiun. Sasaran meningkatkan kesejahteraan karyawan dengan penerimaan/take home pay PNS plus terus diupayakan bersamaan dengan peningkatan kinerja karyawan. Sasaran ini akan terus dijadikan perhatian khusus oleh Pengurus Yayasan dengan target/goal sesuai yang ditetapkan dan untuk tahun 2014 dilakukan peningkatan gaji karyawan sebesar 35%.

5        Capaian sasaran untuk peningkatan kualitas Sistem Informasi Manajemen Terpadu (SIM-T) berbasis Teknologi Informasi tahun 2010, telah direalisasikan di Sekretariat Yayasan berupa Sistem Informasi Manajemen Kepegawaian (SIM-Peg), Sistem Informasi Manajemen Keuangan (SIM-Keu), dan Sistem Informasi Manajemen Sarana Prasarana (SIM-Sar), selanjutnya dilakukan pelatihan SIM untuk sekretariat yayasan secara terbatas mulai tahun 2011. Pada tahun 2011 Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan (FKIK) Universitas Warmadewa memperoleh dana hibah PHK-PKPD dari Bank Dunia yang salah satu programnya adalah membangun SIM-T. Tahun 2013 SIM-T FKIK selanjutnya diadaptasi ke tingkat Universitas yang terdiri dari SIM-Peg, SIM-Keu, SIM-Sar, Sistem Informasi Manajemen Akademik (SIMAK), dan Sistem Informasi Manajemen Kemahasiswaan (SIMSISWA).

6        Capaian sasaran untuk peningkatan kualitas Sumber Daya Manusia, Yayasan secara berkelanjutan melakukan peningkatan kualitas Dosen melalui pemberian beasiswa dan subsidi untuk pendidikan S2 dan S3, hal ini dapat dilihat dari peningkatan kualifikasi S2 telah mencapai 75% dari total dosen tetap dan kualifikasi S3 telah mencapai 5% dari total dosen tetap, serta telah memiliki dosen bergelar guru besar (Profesor) sejumlah lima orang. Sedangkan untuk tenaga kependidikan dan administrasi Yayasan secara terprogram melakukan pelatihan untuk meningkatkan skill dan profesionalisme pelayanan menuju layanan prima.

7        Capaian sasaran untuk peningkatan citra lembaga baik Yayasan maupun UPK-nya, Pengurus Yayasan telah melakukan berbagai kegiatan kerjasama baik dengan pemerintah, perusahaan swasta, BUMN, BUMD, dan lembaga Yayasan yang memiliki visi yang sama. Hal ini dapat dibuktikan dengan adanya bantuan dari Pemerintah Daerah kepada Yayasan Kesejahteraan KORPRI Provinsi Bali, bantuan dari Bank BPD Bali, Bank BNI, hibah bantuan Bank Dunia melalui pemerintah pusat, kerjasama dengan PT. Tirta Investama dalam pengelolaan lingkungan serta lembaga-lembaga lainnya. Yayasan juga sering menerima kunjungan dari lembaga-lembaga lain. Pada tahun 2012 kantor Yayasan Kesejahteraan KORPRI Provinsi Bali dipercaya sebagai sekretariat ABP-PTSI Wilayah Bali, Ketua Yayasan Kesejahteraan KORPRI Provinsi Bali sebagai ketua ABP-PTSI Wilayah Bali, dan Ketua Bidang Hubungan Antar Wilayah ABP-PTSI Pusat.

Sebagai gambaran atas perkembangan capaian sasaran setiap tahun dari implementasi Renstra tahun 2009-2013 adalah seperti terlampir pada tabel 2.1.3.

 

2.2    Kondisi Yayasan Tahun 2013

Kondisi Yayasan tahun 2013 adalah keadaan Yayasan setelah pelaksanaan kegiatan/implementasi renstra tahun 2009-2013 yang mencakup aspek kelembagaan, sumber daya manusia, sarana  prasarana dan keuangan yang dapat diuraikan sebagai  berikut:

 

2.2.1        Aspek  Kelembagaan

Pendirian Yayasan di Indonesia sebelum lahirnya undang-undang Yayasan hanyalah berdasarkan kebiasaan dalam masyarakat dan yurisprudensi Mahkamah Agung. Oleh karenanya di Indonesia Yayasan berkembang dimasyarakat  tanpa  ada aturan yang jelas, akibatnya banyak Yayasan yang disalahgunakan dan menyimpang dari tujuan semula yaitu  sebagai lembaga yang berprinsip nirlaba non profit dan bertujuan social, keagamaan dan kemanusiaan sedangkan status hukumnya sebagai badan hukum dan subyek hukum belum mempunyai  kekuatan hukum yang tegas dan kuat. Yayasan yang telah ada sebelum Undang-undang  Yayasan berlaku, tetap diakui sebagai badan hukum  apabila Yayasan itu telah didaftarkan di Pengadilan Negeri dan mempunyai izin melakukan kegiatan dari instansi  terkait tetap diakui sebagai badan hukum dengan catatan  dalam waktu lima tahun wajib  menyesuaikan  anggaran dasarnya dengan ketentuan Undang-undang dan paling lambat satu tahun sejak saat pelaksanaan penyesuaian  wajib diberitahukan  kepada Mentri Hukum dan Hak Asasi Manusia. Yayasan Kesejahteraan KORPRI Provinsi Bali yang didirikan pada  tahun 1984 melalui keputusan rapat KORPRI Propinsi Bali tanggal 30 Juli 1984 yang dituangkan dalam Akte Notaris no. 83 tanggal 22 Oktober 1984 didirikan untuk mengelola lembaga pendidikan yang diberi nama Universitas Warmadewa. Dalam perkembangannya dengan dikeluarkannya  Undang-undangYayasan nomor : 16 tahun 2001 jo nomor: 28 tahun 2004, Yayasan Kesejahteraan KORPRI Provinsi Bali telah  melakukan penyesuaian  Anggaran Dasar yang dituangkan dalam Akte Notaris no. 44 tanggal 18 Oktober 2011 dan telah mendapat pengesahan oleh Menteri Hukum dan HAM Republik Indonesia Nomor: AHU.2277.AH.01.04 tanggal 10 Juni 2011 sehingga dengan pengesahan dari Menteri Hukum dan HAM Republik Indonesia maka Yayasan Kesejahteraan KORPRI Provinsi Bali secara formal telah berbadan hukum. Sebagai badan hukum Yayasan Kesejhateraan KORPRI Provinsi Bali mengelola enam Unit Pelaksana Kegiatan (UPK) yang dapat diuraikan sebagai berikut:

  1. UPK Universitas Warmadewa

Universitas Warmadewa sebagai UPK bergerak dibidang pendidikan tinggi sampai dengan tahun 2013 membawahi 7 (Tujuh) Fakultas terdiri atas 17 (tujuhbelas) program studi, 14 program studi  strata S1 dan 3 (tiga) program studi pascasarjana strata S2. Dari 14 program studi strata satu yang tesebar pada 7 (tujuh) Fakultas, telah terakreditasi B sejumlah 10 (sepuluh) Prodi dan terakreditasi C sejumlah 4 (empat) prodi (lihat lampiran 2, tabel 2.2.1.1) yang secara lengkap dapat dilihat updatenya pada website : http://ban-pt.kemdiknas.go.id/direktori.php.

  1. UPK PG-PAUD “GUNAPRYADHARMAPATNI”

UPK PG-PAUD “GUNAPRYADHARMAPATNI” dibentuk sebagai upaya untuk mempersiapkan program pendidikan yang dikelola Yayasan bagi masyarakat sejak usia dini, kegiatannyamerupakan kerjasama antara Yayasan Kesejahteraan KORPRI Provinsi Bali dengan Yayasan Pelangi Jimbaran sesuai perjanjian kerjasama No. 022/Yas.KORPRI.UPK/X/2009 dan No. 002/YPJ/X/2009 tangal 30 Oktober 2009 dan SK Pembentukan dari Yayasan Kesejahteraan KORPRI Provinsi Bali no. 384/Yas.Korps/UPK/X/2009, tanggal 30 Oktober 2009 dan kegiatannya dihentikan sementara pada tahun 2011.

  1. UPK Klinik Warmadewa

UPK Klinik Warmadewa dibentuk oleh Yayasan Kesejahteraan KORPRI Provinsi Bali berdasarkan Surat Keputusan YayasanNomor 343/Yas.korps/X/2010 tanggal 1 Oktober 2010, diawali dengan layanan kepada karyawan di civitas akademik Universitas Warmadewa yang secara bertahap akan dikembangkan untuk layanan masyarakat sekitar kampus, serta pada masa kedepan diharapkan berkembang menuju Rumah Sakit Pendidikan sebagai fasilitas penunjang untuk pengembangan FKIK Unwar dan layanan kesehatan masyarakat secara umum.

  1. UPK Warmadewa Property.

UPK Warmadewa Property dibentuk oleh Yayasan Kesejahteraan KORPRI Provinsi Bali berdasarkan Surat Keputusan YayasanNomor: 499/Yas.Korps/VII/2011 tanggal12 Juli 2011, ditugaskan khusus untuk mengelola dan memberdayakan asset-asset yayasan meliputi kantin dan kios dilingkungan kampus, microbus, serta kedepan diharapkan untuk menjadi perusahaan pengembang (developer) secara mandiri untuk menunjang capaian kesejahteraan bagi semua (Welfare For All).

  1. UPK Warmadewa College

UPK Warmadewa College dibentuk oleh Yayasan Kesejahteraan KORPRI Provinsi Bali berdasarkan Surat Keputusan YayasanNomor : 195/IV/2012 tanggal 17 April 2012, dan sudah mendapatkan ijin penyelenggaraan kursus dari Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga Kota Denpasar Nomor : 421.8/314/DIKPORA, tanggal 27 Januari 2014, prioritas kegiatan adalah melayani program “Sarjana Plus” mahasiswa Universitas Warmadewa agar menjadi berkualitas dan kedepan diarahkan menjadi lembaga pendidikan yang berfokus pada soft skill berbentuk Akademi Komunitas.

  1. UPK RSU Puri Raharja

Dalam bidang kesehatan, Yayasan bersama Pemerintah Daerah Provinsi Bali dan YayasanKORPRI Pusat mengelola UPK Rumah Sakit Umum Puri Raharja yang secara badan hukum sejak tahun 2003 berbentuk badan hukum Perseroan Terbatas (PT) sesuai akte notaris Nomor: 5,  tanggal 16 September 2003, sehingga pengembangannya telah menjadi tanggung jawab sepenuhnya oleh direksi dan komisaris PT.

 

2.2.2        Aspek Sumber Daya Manusia

Sumber Daya Manusia dilingkungan Yayasan Kesejahteraan KORPRI Provinsi Bali terdiri atas pengelola Yayasan ( Organ Pembina, Organ Pengawas dan Organ Pengurus) serta karyawan yang terdiri dari karyawan edukatif atau dosen, karyawan kependidikan, karyawan administrasi, karyawan pelatih atau instruktur, karyawan medis atau dokter, karyawan paramedis (perawat dan bidan),serta karyawan lainnya. Jumlah seluruh karyawan yang berkegiatan dilingkungan Yayasan Kesejahteraan KORPRI Provinsi Bali 478 orang, tersebar, berkegiatan dan ditugaskan pada unit pelaksana kegiatan atau UPK dan Sekretariat Yayasan seperti pada tabel 2.1 dan tabel 2.2.

Yayasan sebagai pengelola kegiatan dibidang jasa pendidikan, selain mengelola SDM yang terdiri atas karyawan seperti diatas, juga mengelola SDM yang terdiri atas mahasiswa sebagai peserta didik. Adapun kondisi sumber daya manusia Yayasan dimaksud dapat diuraikan sebagai berikut:

  1. Karyawan
    1. Tenaga edukatif atau dosen yang dipekerjakan di UPK Universitas Warmadewaterdiri atas dosen biasa atau dosen tetap, dosen kontrak, dan dosen yang diperbantukan (Kopertis). Jumlah dosen keseluruhan adalah 294orang terdiri atas 209  orang dosen tetap, 29 dosen kontrak, dan 56  orang dosen kopertis. Khusus untuk dosen tetap dan dosen kopertis berjumlah 284 orang dengan kualifikasi seperti tabel 2.1 berikut. (sumber: Bagian Kepegawaian Unwar, per Maret 2014)

 

Tabel 2.1

Kualifikasi Dosen Universitas Warmadewa Tahun 2013

No

Kualifikasi Dosen

Jumlah/Orang

1.

2.

3.

4.

5.

Guru Besar

Lektor Kepala

Lektor

Asisten Ahli

Belum Memiliki Jabatan Akademik

5

144

71

19

55

 

Jumlah

294

Sumber: Kabag Kepegawaian Unwar per Maret 2013

  1. Tenaga administratif merupakan tenaga yang diangkat oleh Yayasan dengan tugas melayani kegiatan dan melaksanakan tertib administrasi dalam bidang sekretariat maupun keuangan yang bertugas di Sekretariat Yayasan, Universitas Warmadewa dan UPK Non Universitas Warmadewa. Tahun 2013jumlah tenaga administrasi Yayasan sebanyak 184 orang dengan kualifikasi seperti tabel 2.2 berikut.

 

Tabel 2.2

Tenaga Administrasi (Karyawan Tetap dan Kontrak tetap) Sesuai Unit Kerja

Tahun 2013

No

Kualifikasi tenaga Administrasi

Jumlah /Orang

1.

2.

3.

4.

5

Sekretariat Yayasan

UPK Universitas Warmadewa

UPK Klinik Warmadewa

UPK Warmadewa Proverty

UPK Warmadewa College

22

146

6

2

8

 

Jumlah

184

Sumber: Bagian Kepegawaian Yayasan per Maret 2014

 

Tabel 2.3

Kualifikasi Tenaga Administrasi Universitas Warmadewa menurut golongan

Tahun 2013

No

Kualifikasi tenaga Administrasi

Jumlah /Orang

1.

2.

3.

4.

5.

Golongan I

Golongan II

Golongan III

Golongan IV

Tanpa golongan

 

1

10

39

69

27

 

 

Jumlah

146

Sumber: Bagian Kepegawaian Unwar  per Maret 2014

 

Tabel 2.3

Kualifikasi Tenaga Administrasi Karyawan

Sekretariat  Yayasan Menurut Golongan Tahun 2013

No

Kualifikasi tenaga Administrasi

Jumlah /Orang

1.

2.

3.

4.

5.

Golongan I

Golongan II

Golongan III

Golongan IV

Tanpa golongan/kontrak

 

1

11

9

-

2

 

 

Jumlah :

23

 

 

 

 

 

 

 

 

Sumber: Bagian Kepegawaian Yayasan  per Maret 2014

 

Tabel 2.4

Kualifikasi Karyawan UPK Klinik Warmadewa Tahun 2013

No

Kualifikasi Karyawan

Jumlah /Orang

1.

2.

 

Tenaga Tetap

Tenaga Kontrak

 

2

4

 

Jumlah

6

Sumber: Bagian Kepegawaian Yayasan  per Maret 2014

 

Tabel 2.5

Kualifikasi Karyawan UPK Warmadewa Property Menurut Golongan

Tahun 2013

No

Kualifikasi Karyawan

Jumlah /Orang

1.

2.

3.

4.

Golongan IV

Golongan III

Golongan II

Golongan I

-

1

1

-

 

Jumlah

2

Sumber: Bagian Kepegawaian Yayasan per Maret 2014

 

Tabel 2.6

Kualifikasi Karyawan UPK Warmadewa College Tahun 2013

No

Kualifikasi Karyawan

Jumlah /Orang

1.

2.

 

Tenaga Tetap

Tenaga Kontrak

1

7

 

 

 

Jumlah

8

Sumber: Bagian Kepegawaian Yayasan per Maret 2014

 

  1. Mahasiswa Universitas Warmadewa adalah mahasiswa yang tersebar di tujuh fakultas yaitu Fakultas Ekonomi, Hukum, Sastra, FISIP, Pertanian, Teknik dan FKIK. Kondisi mahasiswa Universitas Warmadewa tahun 2008-2013 per bulan September adalah seperti pada tabel 2.3 berikut :

 


 

Tabel 2.3

Kondisi Mahasiswa Tujuh Fakultas di Universitas Warmadewa Tahun 2008-2013

Per September 2013

No.

Fakultas

Mahasiswa

2008

2009

2010

2011

2012

2013

1.

Fakultas Ekonomi

1.026

482

954

734

1.225

1.537

2.

Fakultas Hukum

323

258

331

459

380

480

3.

Fakultas Sastra

196

130

224

307

259

316

4.

Fakultas Fisip

91

64

107

153

125

129

5.

Fakultas Pertanian

65

34

100

161

149

173

6.

Fakultas Teknik

180

50

2102

289

239

332

7.

FKIK

 

53

159

224

275

340


TOTAL :

1.881

1.929

2.471

2.327

2.652

3.307

Sumber: Kabag Kepegawaian dan Kemahasiswaan Unwar per Maret 2014

 

Jumlah mahasiswa Universitas Warmadewa per bulan September Tahun 2013  adalah 3.307orang dengan rasio antara dosen dan mahasiswa adalah satu berbanding tujuh (1:7) seperti rincian pada tabel 2. 4 berikut ini.

 

Tabel 2. 4

Rasio Dosen dan Mahasiswa Universitas Warmadewa Tahun 2013

NO

FAKULTAS

DOSEN

MAHASISWA

PERBANDINGAN

1

Ekonomi

64

1.537

1

24

2

Hukum

42

480

1

11

3

Teknik

32

332

1

10

4

Sastra

31

316

1

10

5

FISIP

22

129

1

5

6

Pertanian

48

173

1

3

7

FKIK

41

340

1

8

8

Pasca Sarjana

14

238

1

17

 

Jumlah :

294

3.545

8

88

Sumber : Bagian Kepegawaian Unwar Per Maret 2014

 

Tabel. 2.3 di atas menunjukkan bahwa jumlah mahasiswa mulai tahun 2008-2013 cenderung meningkat dari 1.881 orang tahun 2008 menjadi  orang 1.929 tahun 2009, 2.471  orang tahun 2010, 2.327 orang tahun 2011, 2.652 orang tahun 2012  dan 3.307 orang tahun 2013.

 

2.2.3        Aspek Sarana Prasarana

Aspek sarana  prasarana Yayasan Kesejahteraan KORPRI Provinsi Bali meliputi sarana prasarana di Sekretariat Yayasan dan di Kampus Universitas Warmadewa.

 

  1. Sarana  Prasarana Sekretariat Yayasan

Sarana prasarana Sekretariat Yayasan berupa bangunan beralamat di Jalan Merdeka VI/5 Sumerta Kelod Denpasar Timur. Bangunan tersebut berdiri di atas tanah seluas 1176 M2 terdiri atas tempat suci, gedung berlantai 2, dan tempat parkir.Yayasan juga memiliki 5 (lima) unit kendaraan roda empat yakni 4 (empat) unit untuk operasional pengurus, 1 (satu) unit untuk kendaraan operasional, serta 3 unit kendaraan roda 2 untuk kepala bagian dan 1 unit untuk kendaraan operasional. Selain itu Yayasan memiliki inventaris kantor berupa 18 unit komputer, 1 unit komputer server, 9 unit laptop, 19  unit AC, 3 unit kipas angin gantung, serta inventaris pendukung lainnya.

  1. Sarana Prasarana Kampus Universitas Warmadewa

Sarana prasarana kampus Universitas Warmadewa berupa areal kampus seluas 5 Ha terdiri atas tempat suci, gedung, tempat parkir, fasilitas olah raga berupa lapangan basket, dan taman kampus. Gedung Warmadewa terdiri atas 3 kompleks, yaitu kompleks kampus timur, barat, dan utara. Kampus timur terdiri atas 2 unit yaitu unit I terdiri atas 4 lantai dimanfaatkan untuk sekretariat Fakultas Hukum, Ruang kuliah, dan Perpustakaan. Unit II terdiri atas 4 lantai dimanfaatkan untuk Ruang Rektorat, Ruang Auditorium, Ruang Sidang,  Ruang Kuliah, dan Sekretariat Fakultas Ekonomi. Kampus barat terdiri atas 4 unit yaitu Gedung E : Lab Ketrampilan Klinik, Gedung F1 : FKIK Unwar, Gedung  F2 : Fakultas Kedokteran Baru, Sekretariat dan Ruang Kuliah FKIK dan Gedung G : UPK Klinik Warmadewa, Sekretariat FISIP, Fakultas Sastra, Faultas Teknik,  Pascasarjana dan Ruang kuliah Mahasiswa. Sedangkan Gedung I diperuntukan untuk Sekretariat kemahasiswaan, Badan Eksekutif Mahasiswa ( BEM) Unwar dll dan Gedung J diperuntukkan untuk Sekretariat Fakultas Pertanian dan Ruang Kuliah Fakultas Pertanian.  Di tengah-tengah kampus terdapat tempat pakir dan fasilitas olah raga yang cukup memadai.

Selain itu Warmadewa juga memiliki fasilitas lain yaitu wantilan, taman kampus, kantin, koperasi, foto copy, kendaraan, jaringan internet, dan inventaris kantor. Kendaraan yang dimiliki adalah 18 unit kendaraan roda empat,  4 unit diperuntukkan untuk pimpinan universitas,untuk lembaga 1 unit, untuk operasional 2 unit, fakultas dan pascasarjana  11  unit.

  1. Sarana Prasarana untuk UPK Klinik Warmadewa  :

Sarana prasarana untuk UPK Klinik Warmadewa terdiri atas  Kendaraan roda 4 sebanyak 1 unit, AC sebanyak 2 unit, TV 24 inc 1 unit, computer + printer 1 unit, kulkas untuk penyimpanan obat 1 unit.

  1. Sarana Prasarana untuk UPK Warmadewa Property

Sarana Prasarana untuk UPK Warmadewa Property terdiri atas kendaraan roda 2 untuk Direktur sebanyak 1 unit, computer + printer 2 unit serta inventaris barang lainnya.

  1. Sarana Prasarana untuk UPK Warmadewa College

Prasarana untuk UPK Warmadewa College terdiri atas 24 set meja siswa dan 1 set meja tutor + komputer, komputer untuk pelatihan sebanyak 10 unit dan 4 unit untuk Direktur dan Sekretariat UPK Wacoll, AC sebanyak 7 unit dan sarana prasarana lainnya.

 

2.2.4        Aspek Pendanaan

  1. Yayasan Kesejahteraan KORPRI

Aspek keuangan Yayasan sampai dengan  tahun 2013 berupa aset lancar sejumlah Rp 21.684.875.933 dan aset tetap dengan nilai buku sebesar Rp 64.712.919.572. Rincian aset lancar dan aset tetap adalah seperti tabel 2.5 berikut.

 

Tabel 2.5

Aset Yayasan Tahun 2013

No

Aset Lancar

Jumlah

Aset Tetap

Jumlah

1

2

3

4

Kas dan setara kas

Deposito

Piutang afiliasi

Uang Muka Mhs

19.541.261.601

2.000.000.000

77.792.000

65.822.332

Tanah

Bangunan

Kendaran

Inventaris

12.714.037.500

39.073.234.289

2.904.524.000

10.021.123.783

 

Jumlah

21.684.875.933


64.712.919.572

Akumulasi Penyusutan

14.430.155.416

Nilai Buku

50.282.764.155

Investasi di RSPR

630.000.000

Total Aktiva

72.597.640.088

Sumber: Laporan Audit Akuntan 2013

 

  1. Pendanaan masing-masing UPK secara garis besar teruraikan pada rencana anggaran pendapatan dan rencana anggaran biaya yang ditetapkan setiap tahun oleh Ketua Yayasan Kesejahteraan KORPRI Provinsi Bali, yang secara umum tertuang pada RAPB tahun 2013, sbb :
    1. UPK Universitas Warmadewa

a.1 Rencana Anggaran Pendapatan (RAP)          : Rp. 51.009.000.000,00

a.2 Rencana Anggaran Belanja (RAB)                : Rp. 43.357.650.000,00

  1. UPK Klinik Warmadewa

b.1 Rencana Anggaran Pendapatan (RAP)          : Rp. 185.209.959,00

b.2 Rencana Anggaran Belanja (RAB)                : Rp. 171.368.440.88

  1. UPK Warmadewa Property

c.1 Rencana Anggaran Pendapatan (RAP)          : Rp. 186.631.004,00

c.2 Rencana Anggaran Belanja (RAB)                : Rp. 115.766.037,00

  1. UPK Warmadewa College

d.1 Rencana Anggaran Pendapatan (RAP)         : Rp. 1.024.350.000,00

d.2 Rencana Anggaran Belanja (RAB)                : Rp. 245.032.000,00

  1. UPK RSU Puri Raharja

Untuk UPK RSU Puri Raharja yang sudah berbentuk Perseroan Terbatas (PT), Yayasanmenerima deviden sebesar Rp. 45.620.886,00 pada tahun 2013.

BAB III

ANALISIS KEKUATAN, KELEMAHAN, PELUANG, ANCAMAN (KKPA)

DAN ISU-ISU STRATEGIS

 

3.1 Analisis Kekuatan Kelemahan Peluang Ancaman (KKPA) Kondisi Yayasan Tahun 2013

Analisis KKPA merupakan pendekatan atas teori SWOT adalah alat yang digunakan untuk mengidentifikasi isu-isu internal dan eksternal yang mempengaruhi kemampuan dalam memasarkan event. Analisis SWOT merupakan sebuah bentuk analisis kondisi yang bersifat diskriptif, yang terdiri atas empat komponen dasar yaitu kekuatan organisasi saat ini (strength), kelemahan organisasi (weakness), peluang untuk berkembang (opportunity), dan tantangan bagi organisasi (threat). Analisis SWOT kondisi Yayasan tahun 2013adalah sebagai berikut.

 

3.1.1.      Kekuatan (Strength)

  1. Aset yang diserahterimakan sebesar Rp. 62.096.192.194
  2. Sumber Daya Manusia dengan jumlah cukup besar berupa 294 orang dosen, 184 orang tenaga administrasi, 3.307 orang mahasiswa.
  3. Sarana prasarana berupa kantorYayasan, kampus Universitas Warmadewa, kendaraan, dan inventaris pendukung lainnya yang cukup memadai.
  4. Kepercayaan masyarakat pada lembaga cukup baik.
  5. StakeholdersKORPRI Bali dan loyalitas karyawan Yayasan.
  6. Pengalaman para Pengurus dan networking.

 

3.1.2.      Kelemahan (Weaknesses)

  1. Kinerja, disiplin kerja, dan kualitas karyawan belum memadai serta belum ada tauladan atau panutan.
  2. Sistem rekruitmen dan pembinaan karier tidak terpolakan.
  3. Rendahnya pemanfaatan informationcommunication tecnology (ICT).

 

3.1.3.      Peluang (Opportunities)

  1. Jaringan stakeholders di seluruh Bali dan Nasional.
  2. Jaringan pengelola Perguruan Tinggi Swasta seluruh Indonesia.
  3. Suasana reformasi dan demokratisasi sesuai amanat undang-undang.

 

3.1.4.      Ancaman (Threats)

  1. Banyaknya kompetitor dan tuntutan kompetisi yang tinggi.
  2. Tuntutan dan trend masyarakat yang berubah semakin kritis.
  3. Mencapai suasana kondusif untuk terwujudnya efektif, efisien, dan produktif.

 

3.2  Isu-isu Strategis Yayasan Kedepan

3.2.1        Pengembangan Kelembagaan (Institutional Building)

  1. Penegasan sebagai organisasi yang berbentuk Yayasan, memiliki karakter khas (kegiatan sosial dan bertanggung jawab kepada publik) dalam hal ini harus tercermin pada Tata Kelola dan hubungan kerja antar lembaga (Yayasan sebagai payung hukum dan/atau terhadap Unit Pelaksana Kegiatan (UPK).
  2. Penegasan atas UPK sebagai strategic bussiness unit (SBU) atau lembaga yang secara bertahap didorong untuk mencapai manajemen mandiri dengan badan hukum yang telah ditetapkan (profit atau non profit oriented).
  3. Penegasan evaluasi kinerja atas UPK secara berkala dalam hal capaian terhadap goals atau sasaran.
  4. Khusus UPK Warmadewa Property perlu penegasan arah kebijakan menjadi lembaga profit bisnis (developer) atau lembaga non profit (diklat bidang property).
  5. Penyediaan sistem dan tata kelola yang transparan dan akuntabel (perlu dukungan Standar Operasional Prosedur (SOP).

 

3.2.2        Pengembangan Kapasitas (Capacity Building)

  1. Yayasan sebagai payung hukum dengan Sekretariat sebagai suporting staff perlu meningkatkan kualitas layanan yang lebih cepat, tepat dan akurat.
  2. Penegasan atas Tata Kelola (keuangan, karyawan dan sarana prasarana) perlu didukung dengan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) yang memadai, kemampuan soft skill dan hard skill (entrepreneur dan leadership)
  3. Peningkatan kapasitas lembaga selain didukung dengan SDM yang memadai juga perlu dukungan atas finansial/investasi yang cukup untuk percepatan pengembangan ( akses perbankan dan akuntabilitas)

 

3.2.3       Pengembangan Budaya Organisasi (Character Building).

  1. Standarisasi kualitas SDM untuk pelaksanaan RewardandPunishment (berkualitas dan berintegritas)
  2. Standarisasi kesejahteraan SDM (karyawan)
  3. Standarisasi nilai-nilai UPK sesuai karakter sebagai lembaga profit atau non profit
  4. Standarisasi fokus UPK yang melaksanakan kegiatan sesuai visi Yayasan (bidang lingkungan)

 

3.2.4        Pengembangan Jejaring (Networking) perlu terus dikembangkan untuk menjaga nama brand Warmadewa sebagai produk unggulan dan diramu dalam kemasan holding company, sehingga sangat dibutuhkan adanya sub unit khusus yang menangani kehumasan dan promosi secara profesional.

 

3.2.5        Pengembangan infrastruktur (sarana prasarana) untuk mendukung pengembangan UPK menuju kemandirian.

 

3.2.6        Peningkatan kesejahteraan karyawan (sandang, pangan, papan, kesehatan dan pendidikan) yang memenuhi kebutuhan minimal untuk keamanan dan kenyamanan.


 

BAB IV

RENCANA STRATEGISYAYASAN KESEJAHTERAAN KORPRI PROVINSI

BALI 2014-2018

 

4.1.Arah Kebijakan

Rumusan kebijakan dimaksud untuk acuan dalam penyamaan persepsi, pola pikir dan perencanaan langkah lebih lanjut sebagai berikut :

  1. Meningkatkan kualitas layanan kesekretariatan yang lebih ramah, cepat dan akurat.
  2. Meningkatkan kualitas kinerja Sumber Daya Manusia (SDM) secara lebih maksimal sesuai tuntutan profesi.
  3. Menciptakan suasana kondusif dalam lingkup sekretariat, kampus Unwar  dan stake holder menuju hasil yang lebih maju.

 

4.1.1        Visi

Menjadikan Yayasan Kesejahteraan KORPRI Provinsi Bali sebagai pusat pengembangan sumber daya manusia yang unggul, berintegritas, berwawasan budaya dan lingkungan,serta tercapainya kesejahteraan bersama (Wellfare For All) tahun 2034.

4.1.2        Misi

1           Mengembangkan institusi dibidang pendidikan dan kesehatan untuk menghasilkan SDM yang unggul, berintegritas dan berwawasan budaya dan lingkungan;

2           Meningkatkan kapasitasdan kualitas SDM  dalam mengelola institusi melalui pendidikan, pelatihan dan pengembangan karakter yang unggul, berintegritas dan berwawasan budaya dan lingkungan;

3           Mengembangkan sistem tata kelola yang berbasis Teknologi Informasi (TI) dengan didukung  kualitas sarana-prasarana  untuk memberikan pelayanan prima;

4           Mengembangkan jejaring (Networking) dengan institusi yang memiliki misi dan tujuan yang sejalan dan/atau memberikan manfaat bagi pengembangan institusi;

5           Mengembangkan kegiatan layanan sosial bagi masyarakat dan karyawan yang berwawasan budaya dan lingkungan.

6           Meningkatkan pendapatan karyawan (take home pay) untuk mewujudkan kesejahteraan bersama (Wellfare for all).

 


 

4.1.3      Tujuan

Terwujudnya institusi dan SDM yang unggul, berintegritas, berwawasan budaya danlingkungan,serta tercapainya kesejahteraan bersama (Wellfare For All) tahun 2034.

 

4.1.4        Sasaran

1            Menjadikan Unit Pelaksana Kegiatan (UPK)sebagai institusi dengan tata kelola modern berbasis informasi teknologi (IT)  memenuhi standard (quality assurance)

2            Mewujudkan UPK yang berkompeten dan kompetitif dalam menghasilkan SDM yang unggul, berintegritas, kompetitif dan berwawasan lingkungan.

3            MewujudkanSDM yang unggul, berintegritas dan berwawasan lingkungan untuk memberikan pelayanan prima kepada stakeholders dengan  Sistem Informasi Manajemen Terpadu (SIM-T) berbasis Teknologi Informasi

4               Meningkatkan omset institusisekitar 29% per tahun, mencapai lebih dari Rp. 185.000.000.000,00 pada tahun 2018.

5            Meningkatkan aset institusi sekitar 26% per tahun, mencapai lebih dari Rp. 71.000.000.000,00 pada tahun 2018.

6            Meningkatkan citra institusi menjadi kebanggaan masyarakat Bali.

7            Meningkatkan total pendapatan (takehomepay) karyawan setara Aparatur Sipil Negara (ASN) untuk mewujudkan kesejahteraan bersama (welfareforall).

 

4.2.Bidang – Bidang Kegiatan

Kegiatan yang menjadi fokus Yayasan dalam upaya memberi layanan kepada masyarakat untuk mencapai kesejahteraan bersama (welfare for all) adalah:

4.2.1.      Bidang Pendidikan.

  1. Pendidikan formal meliputi pendidikan tinggi, pendidikan menengah, pendidikan dasar dan pendidikan anak usia dini.
  2. Pendidikan non formal bagi semua umur dan golongan yang meliputi pendidikan keterampilan (soft skill).

 

4.2.2.      Bidang Kesehatan

  1. Layanan kesehatan masyarakat dalam bentuk klinik kesehatan maupun pusat kesehatan masyarakat.
  2. Layanan kesehatan masyarakat dalam bentuk Rumah Sakit Terpadu yang melibatkan pendidikan kedokteran dan ilmu kesehatan masyarakat.

 

 

 

 

4.2.3.      Bidang Sosial

  1. Layanan sosial kepada masyarakat yang terkait dengan pelaksanaan pengabdian kepada masyarakat sebagai perwujudan dari tridarma perguruan tinggi yang diselenggarakan Yayasan.
  2. Layanan dan pembinaan peningkatan kualitas kesehatan masyarakat melalui penyuluhan dan pendikan informal lainnya.

4.3.Program Strategis

4.3.1        Pengembangan Kelembagaan (Institutional Building)

  1. Penegasan sebagai organisasi yang berbentuk Yayasan, memiliki karakter khas (kegiatan sosial dan bertanggung jawab kepada publik) dalam hal ini harus tercermin pada Tata Kelola dan hubungan kerja antar lembaga (Yayasan sebagai payung hukum dan/atau terhadap UPK).
  2. Penegasan atas UPK sebagai strategic bussiness unit (SBU) atau lembaga yang secara bertahap didorong untuk mencapai mamajemen mandiri dengan badan hukum yang telah ditetapkan (profit atau non profit oriented)
  3. Penegasan evaluasi kinerja atas UPK secara berkala dalam hal capaian terhadap goals atau sasaran.
  4. Khusus UPK Warmadewa Property perlu penegasan arah kebijakan menjadi lembaga profit bisnis (developer) atau lembaga non profit (diklat bidang property)
  5. Penyediaan sistem dan tata kelola yang transparan dan akuntabel (perlu dukungan Standar Operasional Prosedur (SOP))

 

4.3.2        Pengembangan Sumber Daya Manusia (Capacity Building and Character Building)

  1. Yayasan sebagai payung hukum dengan Sekretariat sebagai supoorting staff perlu meningkatkan kualitas layanan yang lebih cepat, tepat dan akurat.
  2. Penegasan atas Tata Kelola (keuangan, karyawan dan sarana prasarana) perlu didukung dengan kualitas SDM yang memadai, kemampuan soft skill dan hard skill (entrepreneur dan leadership)
  3. Peningkatan kapasitas lembaga selain didukung dengan SDM yang memadai juga perlu dukungan atas finansial/investasi yang cukup untuk percepatan pengembangan ( akses perbankan dan akuntabilitas)

 

4.3.3        Pengembangan Jejaring (Networking) perlu terus dikembangkan untuk menjaga nama ”brand” Warmadewa sebagai produk unggulan dan diramu dalam kemasan holding company, sehingga sangat dibutuhkan adanya sub unit khusus yang menangani kehumasan dan promosi secara profesional.

 

4.3.4        Pengembangan layanan prima baik di Sekretariat Yayasan maupun UPK dalam lingkup Yayasan untuk memenangkan kompetisi dengan kompetitor.

 

4.3.5        Pengembangan infrastruktur (sarana prasarana) terkait pengembangan UPK menuju kemandirian.

 

4.3.6        Peningkatan kesejahteraan karyawan (sandang, pangan, papan) yang memenuhi kebutuhan minimal untuk keamanan dan kenyamanan.

 

Sebagai gambaran atas proses penyusunan Renstra Yayasan Kesejahteraan KORPRI Provinsi Bali 2014-2018 secara diagram adalah seperti pada Bagan 1 tentang Manajemen Strategis dan Bagan 2 tentang Alur (Flow Chart) Renstra.

 

4.4. Tahap dan Sasaran Pengembangan

4.4.1    Tahap Konsolidasi

Tahun 2014 merupakan tahap konsolidasi bagi lembaga, yaitu  tahap untuk melakukan instrospeksi atas perjalanan lembaga dalam 30 tahun sebelumnya dan sekaligus sebagai momentum menetapkan visi-misi baru jangka panjang (20 tahun kedepan) dalam Visi 2034, jangka menengah (tiap lima tahun kedepan) dalam Renstra dan goals pada setiap tahunnya.

 

4.4.2    Tahap Mandiri

Tahun 2015 sampai dengan tahun 2018 merupakan tahap pengembangan system dan tata kelola lembaga, pengembangan karakter dan kapasitas sumber daya manusia, peningkatan sarana prasarana pendukung, pengembangan jejaring (networking) dalam menuju penguatan institusi.

 

4.4.3    Tahap Pengembangan

Tahun 2018 merupakan tahun akhir Renstra lima tahunan lembaga, kembali merupakan siklus untuk melakukan evaluasi perjalanan lembaga lima tahun terakhir untuk menetapkan target/sasaran jangka menengah dalam rencana strategis lima tahun kedua yang wajib untuk mengembangkan kemampuan institusi sesuai potensi dan peluang sumber daya yang tersedia serta tantangan kompetitif yang dihadapi.

 

Uraian tentang program dan sasaran/target/goals dalam tiap tahap dan tiap tahun adalah seperti pada tabel Program dan Sasaran Renstra Yayasan 2014-2018 terlampir.

 


 

BAB V

PENUTUP

 

Rencana Strategis Yayasan Kesejahteraan KORPRI Provinsi Bali tahun 2014-2018 disusun sebagai gambaran secara lebih nyata kepada masyarakat tentang eksistensi dan kegiatan Yayasan Kesejahteraan KORPRI Provinsi Bali. Renstra ini juga dapat sebagai acuan bagi unit-unit pelaksana kegiatan yang bernaung di bawah Yayasan Kesejahteraan KORPRI Provinsi Bali, panduan pelaksanaan bagi organ Yayasan dan sekaligus alat kontrol/evaluasi internal maupun eksternal.

Sehingga dalam kurun waktu lima tahun kedepan (2014-2018) Yayasan Kesejahteraan KORPRI Provinsi Bali sebagai lembaga publik mampu menunjukkan kinerjanya kepada masyarakat sesuai visi-misi yang diembannya.

Semoga pikiran baik datang dari semua penjuru