DOSEN - Ketua Yayasan A.A. Gede Oka Wisnumurti (kiri) bersama Rektor Unwar Dewa Putu Widjana dan dosen muda Unwar di sela-sela sosialisasi jabatan fungsional.

PARA dosen muda di lingkun­gan Unwar, Rabu (8/11) kemarin dikumpulkan oleh Bagian SDM Biro Administrasi dan Keuangan untuk mengikuti sosialisasi jabatan fung­sional. Acara dibuka Ketua Yayasan Kesejahteraan Korpri Provinsi Bali Dr. Drs. A.A. Gede Oka Wisnumurti, M.Si.

Rektor Unwar Prof. Dewa Widjana mengajak para dosen muda Unwar untuk kreatif, inovatif, tekun dan suka bekerja keras. Tidak boleh puas setelah selesai S-2, melainkan harus meraih doktor dan guru besar. Alasannya, SDM dosen berkualitas yang akan menentukan kualitas perguruan tinggi. Ini sekaligus seb­agai upaya mewujudkan visi Unwar sebagai World Class University pada 2034, di samping demi tata kelola PT yang profesional.

Sementara itu, Ketua Yayasan Kesejahteraan Korpri Bali A.A. Gede Oka Wisnumurti menekank­an, gaji dosen Unwar sangat me­madai dan berada di atas PTS lain. Namun, kalau dosen ingin kaya harus kreatif untuk memenangkan banyak dana penelitian. Kesempa­tan itu sangat terbuka karena dana penelitian Dikti masih terbuka. Makanya para dosen diminta jan­gan selalu menuntut kenaikan gaji karena tak akan pernah kaya kalau hanya mengandalkan gaji, kecu­ali banyak memenangkan riset. Ia sendiri menikah setelah menyuk­seskah riset. Apalagi sekarang tak ada lagi SPJ penelitian karena yang dipentingkan adalah produk.

Wisnumurti juga mengharapkan dosen muda Unwar segera men­gurus Niden, setelah itu mengurus jabatan fungsional sebagai asisten ahli. Kemudian mencari beasiswa ke S-3 untuk bisa meraih jabatan lektor kepala. "Hanya yang mau ke S-3 bisa kami layani. Jika masih S-2 lebih baik keluar dari Unwar," ujarnya.

Menurutnya, tugas dosen har­usnya lebih banyak di akademik. Terlalu mahal kalau dosen di rumah tugasnya masih ngempu dan meny­etrika. Nasib dosen hanya ditentukan oleh dirinya sendiri. Kualitas dosen­lah yang akan mengantarkan Unwar go international 2034. Ditambahkan­nya, Unwar milik masyarakat Bali. Karenanya, ia mengajak lulusan S-3 luar negeri untuk bergabung menjadi dosen Unwar sesuai kebutuhan. Mereka tinggal diberikan pelatihan PBM, penelitian dan pengabdian masyarakat.

Dalam acara yang dipandu Dr. I Made Artawan itu, Wakil Rektor I Ir. I Nyoman Kaca, M.Si. memapar­kan soal jabatan fungsional. Ia juga menegaskan kalau ingin kaya jangan menjadi dosen kecuali mau berkreasi di penelitian. Jabatan fungsional san­gat penting diraih karena berkaitan dengan kewenangan. Setelah dua ta­hun dosen muda Unwar mesti sudah meraih jabatan fungsional sebagai asisten ahli, lektor, lektor kepala dan terakhir profesor.

Data di Unwar menunjukkan dari 178 dosen yang dimiliki yang men­duduki jabatan asisten ahli sebanyak 48, jabatan lektor 78 dosen, lektor kepala 157 dosen dan guru besar 12. Kemajuan akademik, riset dan pen­gabdian membuat posisi Unwar kini berada di ranking 100 terbaik dari 4.500 lebih PT di Indonesia.

Nyoman Kaca mengajak dosen muda menerapkan budaya baca, dialog, tulis, berpikir analisis, meng­hargai pendapat orang, bersikap jujur dan berbagi ilmu. Yang terpenting lagi dosen Unwar tak boleh plagiat karena akan dicopot statusnya seb­agai dosen.


 

Bali Post Kamis Pon, 9 November 2017


Tamu Online

We have 41 guests and no members online

Subscribe Berita Kami!

Follow
Subscribe to this content and receive updates directly in your inbox.
Name
Email

Penilaian Website Kami

         yayasankorpribali.org review, PageRank, website value and SEO analytics       yayasankorpribali.org review, PageRank, website value and SEO analytics