TARI - Tari Kebesaran Program Pascasarjana Unwar "Warmadewa Dureng Negari" di-"launching" dalam Yudi­sium ke-9.

Ia mengaku bangga atas raihan Indeks Prestasi Kumulatif para yudisiawan. Lulusan terbaik meraih IPK 4,00 dan lulusan tercepat dengan masa' studi 1 tahun 7 bulan. Peraih IPK 4,00 tidak saja menyan­dang predikat cumlaude, tetapi juga semua mata kuliah dengan total 40 SKS mencapai nilai A. Lulusan cepat tanggap merespons sehingga mampu menyelesaikan pendidikan sesuai standar Kemenristek Dikti. "Dapat dikategorikan proses perku­liahan berjalan sangat baik, didu­kung tenaga pengajar kualifikasi minimal doktor (S-3) dan beberapa guru besar. Tidak ada lagi S-2 yang mengasuh," jelasnya.

PROGRAM Pascasarjana Uni­versitas Warmadewa (Unwar) meng­gelar Yudisium ke-9 di Auditorium Widya Sabha Uttama, kampus se­tempat, Sabtu (9/9). Yudisium yang diikuti 46 lulusan ini diisi launching tari kebesaran Program Pascasar­jana "Warmadewa Dureng Negari" atau "Warmadewa di Mata Dunia". Karya monumental ini tidak lepas dari kiprah Unwar yang membumi di Bali (lokal), Nusantara (nasional) dan dilirik dunia internasional. "Ini merupakan langkah awal bahwa Program Pascasarjana telah memasuki era global. Sudah dilihat oleh mata dunia bahwa Program Pascasarjana khususnya program strata dua (magister) akan melang­kah dan mampu berkompetisi di era global ini," ujar Direktur Program Pascasarjana Unwar Prof. Dr. Ir. I Gde Suranaya Pandit, M.P.

Suranaya menambahkan, Pro­gram Pascasarjana sudah dilengkapi seluruh sarana-prasarana pendu­kung perkuliahan, seperti laborato­rium kenotariatan yang sangat dia­presiasi mahasiswa baru. Pihaknya juga membuka Kantor Notaris serta Laboratorium Keterampilan Bahasa Inggris dengan harapan mahasiswa mampu meraih skor TOEFL rriinimal 500. Dengan demikian, lulusan yang dihasilkan mampu bersaing di dunia kerja, termasuk dalam penerimaan CPNS di sejumlah kementerian saat ini; "Kami mendorong pendirian prodi baru, yaitu strata 3 atau dok­tor linguistik dan program strata 2 atau magister akuntansi yang dalam tahap pengusulan." tandasnya. Ketua Yayasan Kesejahteraan. Korpri Provinsi Bali Dr. Drs, AA. Gede Oka Wisnumurti, M.Si. men­gatakan, yudisium magister admin­istrasi publik, magister manajemen, magister ilmu hukum dan magister linguistik ini merupakan penanda bahwa program dan proses belajar-mengajar di Pascasarjana Unwar sudah berjalan sesuai aturan Dikti. Ia berharap Pascasarjana Unwar bisa menjadi barometer lahirnya kaum intelektual dan praktisi yang mumpuni di bidang ilmunya masing-masing. Yayasan akan selalu men­dukung dari aspek sarana-prasara­na, peningkatan kualitas SDM, dan proses pembelajaran karena bicara mutu maka kita tidak bisa lepas dari tiga aspek," ujarnya. Ketiga aspek itu meliputi kurikulum yang link and match dengan bursa kerja, proses pembelajaran atau transfer knowledge antara dosen dan mahasiswa berjalan dengan baik, serta output yang dihasilkan.

Rektor Unwar Prof. dr. I Dewa Putu Widjana, DAP&E., Sp.Park. berharap para yudisiawan bisa menjadi corong bahwa proses pen­didikan di Unwar berjalan lancar. Ini dibuktikan dari lahirnya SDM berkualifikasi Pascasarjana khusus­nya S-2 yang profesional. Di mana pun mereka bekerja nantinya, pasti bisa melaksanakan pekerjaannya dengan sebaik mungkin.


 

Bali Post Senin Wage, 11 September 2017


Tamu Online

We have 15 guests and no members online

Subscribe Berita Kami!

Follow
Subscribe to this content and receive updates directly in your inbox.
Name
Email

Penilaian Website Kami

         yayasankorpribali.org review, PageRank, website value and SEO analytics       yayasankorpribali.org review, PageRank, website value and SEO analytics