PUKUL GONG -Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Bali dr. Ketut Suarjaya memukul gong sebagai tanda dibukanya Munas XIX AFKSI.

UNIVERSITAS Warmadewa (Unwar) menjadi penyelenggara Musyawarah Nasional (Munas) XIX Asosiasi Fakultas Kedokteran Swasta Indonesia (AFKSI) di Inna Grand BaliBeach, Sanur, 10-12 Maret 2017. Ini menyusul ditunjuknya Dekan Fakultas Kedokteran (FK) Unwar sebagai ketua panitia dalam Munas yang mengangkat tema "The New Emerging Medical Ediication System and Academic Hospital Services in all Indonesia Privat Medical Faculty". Tercatat 34 FK yang hadir dari 40 anggota AFKSI dalam munas yang dibuka Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Bali dr. Ketut Suarjaya.

Ketua Yayasan Kesejahteraan Korpri Provinsi Bali Dr. Drs. AA. Gede Oka Wisnumurti, M.SL. men­gucapkan terima kasih kepada pen­gurus besar AFKSI yang sudah memberikan kepercayaan kepada FK Unwar sebagai tuan rumah sekaligus penyelenggara munas. Ini adalah sebuah kehormatan bagi FK Unwar yang baru delapan tahun berdiri, sedangkan asosiasi sudah ada 38 tahun lalu. "Kami berharap melalui musyawarah ini. FK Unwar mulai dikenal secara nasional. Forum ini bisa dimanfaatkan untuk tukar-menukar informasi berkenaan den­gan tata kelola, baik itu kurikulum maupun kelembagaan," ujarnya.

Dengan demikian, lanjut Wis­numurti, FK Unwar yang masih relatif muda. mampu bersaing dalam rangka menghasilkan sumber daya dokter yang berkualitas dan berdaya saing." Yayasan bertanggung jawab memfasilitasi segala kebutuhan, baik itu menyangkut sumber daya maupun sumber daya manusia agar FK mampu menjadi lembaga yang kompeten dalam menghasilkan dokter-dokter yang profesiona1.

"Kami bersama rektor memberi­kan dukungan penuh kepada dekan FK yang sekaligus ditunjuk menjadi ketua panitia penyelenggara munas. Kami berharap ke depan FK Unwar bisa menjadi pionir untuk mening­katkan kualitas SDM. Saya bangga karena berdasarkan hasil uji kom­petensi (UKDI). FK dua kali masuk 10 besar bahkan bisa meluluskan 82%. Angka yang sangat fantastis un­tuk lulus ujian kompetensi nasional," ungkapnya.

Rektor Unwar Prof. dr. I Dewa Putu Widjana, DAP&E.Sp.Park., mengatakan, Munas AFKSI membi­carakan beberapa masalah penting dalam pendidikan kedokteran. Ia berharap ada rekomendasi yang dihasilkan, mengingat masih ada problem yang dihadapi pada bidang kesehatan menyangkut kebutuhan petugas berkualitas.

"Sebagai pimpinan universitas, yang pernah menjadi pimpinan fakultas kedokteran, saya berharap dari munas ini ada rekomendasi yang baik dan bermutu yang bisa dipakai sebagai model oleh FK se-Indonesia untuk mengembangkan upaya dalam rangka meningkatkan pendidikan kedokteran. Sekarang ini kita membutuhkan dokter-dokter yang qualified," paparnya.

Sementara itu, Ketua AFKSI Prof. Dr. dr. Mardi Santoso menyata­kan, munas tidak hanya mengevalu­asi program sebelumnya, tetapi juga membahas beberapa masalah ke depan, utamanya yang berkaitan dengan pengembangan program pendidikan kedokteran di FK swasta se-Indonesia. Saat ini perlu dilaku­kan revisi sistem kurikulum, untuk menghadapi tantangan pelayanan kesehatan yang berkembang, yakni Jaminan Kesehatan Nasional yang diselenggarakan BPJS Kesehatan dan tantangan globalisasi khusus­nya MEA.

 

"Pendidikan juga menyesuaikan dengan sistem ini karena pendidi­kan akan menghasilkan tenaga medis dan dokter yang nantinya bertugas di layanan kesehatan, puskesmas maupun rumah sakit. Mereka harus mendapatkan bekal agar ke depannya lebih baik," jelasnya. 


Bali Post Sabtu Kliwon, 11 Maret 2017