FARM AS I - Rektor Unwar Prof. Dewa Putu Widjana didampingi
Ketut Sugihantara dan Dekan FKIK Unwar dr. Gst. Ngr. Anom
Murdhana di sela-sela pameran farmasi.

FAKULTAS Kedokteran dan Ilmu Kesehatan (FKIK) Unwar terus melakukan penguatan atmostir akademik. Jumat (31/7) kemarin. FKIK Unwar bekerja sama dengan FK Unram dan FK Undana yang tergabung dalam Forum Ilmiah Bersama Fakultas Kedokteran Unram, Unwar dan Universitas Nusa Cendana (Trigonum Mawarnusa) mengadakan seminar nasional kesehatan. Seminar bertajuk "Strengthening the Evidence for a Better Quality of Patient Management" dibuka Rektor Unwar Prof. dr. Dewa Putu Widjana, diikuti 145 peserta dari ketiga FK dan kalangan akademis lainnya. Usai pembukaan seminar diisi dengan pameran farmasi dan faculty gathering night. Panitia juga membuat Lomba Tirgonum Award untuk mahasiswa FK se- Indonesia.

 

Ketua Panitia Dr. DAP Sri Masyeni, Sp.PD-KPTI. Mengungkapkan, seminar ini diadakan di tengah perkembangan penyakit infeksi dan noninfeksi yang kian mengkhawatirkan Indonesia dan dunia. Mobilisasi penduduk dunia membuat makin banyak penyakit infeksi masuk tanah air. Apalagi Bali sebagai objek utama pariwisata dunia. Kemajuan penyakit ini harus diantisipasi oleh kalangan medis dengan meningkatkan dan sharing pengalaman dan pengetahuan.Rektor Unwar Prof. Dewa Putu Widja­na mengaku bangga ketiga FK bersama­-sama memecahkan problema kesehatan. Untuk itu, dia mengharapkan seminar ini bisa melahirkan kerja sama dalam penelitian serta sharing pengalaman antar ketiga universitas. Mantan Dekan FKIK Unwar ini mengungkapkan, ada lima masalah yang dihadapi pendidikan kedokteran saat ini. Pertama, soal relevansi pendidikan FK yang sekarang apakah sudah sesuai dengan keperluan masyarakat. Jawabnya, FK harus kontinu mengevaluasi kurikulumnya. Kedua soal atmosfir akademik. berapa banyak penelitian yang dihasilkan dan contac time dosen dan mahasiswa. Ketiga, masalah internal manajemen, keempat soal sustainabelity menyangkut kualitas SDM dan sumber dana. Terakhir adalah efisiensi. Rektor menilai seminar ini ikut men­ingkatkan sumber daya manusia. Paling tidak mampu mengatasi lima masalah pendidikan kedokteran di Indonesia.

Wakil Ketua Yayasan Kesejahteraan Korpri Provinsi Bali Ir. I Ketut Sugihantara, MSA. menegaskan seminar ini un­tuk memperkuat kegiatanTri Dharma di Unwar. Yayasan selalu memberi dukungan dalam rangka institutional building. Termasuk untuk peningkatan SDM serta networking. Dia merasa bangga karena FKIK Unwar yang baru berusia 5 tahun banyak mengalami kemajuan. Pada seminar dua hari tersebut banyak membahasan terapi pasien DM tipe-2, malaria dan manajemen penanganan pasien lainnya. Tampil sebagai pembicara Dr. dr. A.A. Gede Budhi Tresna. dr. Ratna Saraswati, Dr. dr. Ketut Rina. Juga tampil sebagai , pembicara dr. Made Dwi Yoga Bharata, dr. Agus Santosa, Dr. Ketut Suryana, Dr. DAP Sri Masyeni dan dr. Asep Purnama dari Undana. (ad3055)

 

Sumber: Bali Post Sabtu Paing, 1 Agustus 2015

 


Tamu Online

We have 4 guests and no members online

Kunjungan Tamu

3590
TodayToday62
YesterdayYesterday78
This_WeekThis_Week64
This_MonthThis_Month2426
All_DaysAll_Days3590