DOKTER TERBAIK - Dekan FKIK Unwar dr. I Gusti Ngurah Anom

Murdhana saat menyerahkan penghargaan bagi lulusan dokter terbaik.

FAKULTAS Ilmu Kedokteran dan Ilmu Kesehatan (FKIK) Unwar secara resmi melahirkan 41 dokter perdana. Pelantikan dan pengambilan sumpah dokter baru dilakukan Dekan FKIK Unwar dr. Gst. Ngr. Anom Murdhana, Kamis (30/7) kemarin. Acara pelanti­kan juga dihadiri Rektor Un­war Prof. Dewa Putu Widjana. Ketua Yayasan Kesejahteraan Korpri Provinsi Bali Dr. Drs. A.A. Gede Oka Wisnumurti, M.Si. dan Koordinator Kopertis VIII Prof. Nengah Dasi Astawa. Saat itu Dekan FKIK Unwar Anom Murdhana menyerahkan penghargaan kepada lulusan dokter terbaik masing-masing dr. Komang Gangga Candra (3,67), dr. Dewa Ayu Desi (3,63), dr. Vrety Widiari (3,56). Anom Murdhana menegaskan jadilah dokter yang kompeten dan profesional. Dia yakin lulusan dokter FKIK Unwar berdaya saing tinggi. Ini dibuktikan dari hasil tes UKDI sebelumnya. Dia menyatakan angka rata­-rata kelulusan UKDI FKIK Unwar adalah 72,6 di atas nilai batas lulus (NBL). Sedangkan hasil tes CBT dokter FKIK Unwar 25,85 juga di atas rata-rata nasional. Dengan demikian mereka saat ini sah menjadi dokter selanjutnya mengikuti program internshif. "Banggalah menjadi dokter karena hasil ini tanpa rekayasa," ujarnya.

 

Anom Murdhana juga me­nyatakan siap menerima para dokter baru ini untuk men­jadi tenaga dosen di FKIK Unwar. Untuk itu dia mengucapkan terima kasih kepada mahasiswanya dan perjuangan orangtua mahasiswa hingga mampu meraih gelar dokter. Ketua Yayasan Kesejahter­aan Kopri Provinsi Bali Dr. Drs. A. Gede Oka Wisnumurti, M.Si. didampingi Sekretaris Yayasan Made Johnny Sanger,T., S.H., M.H. mengungkapkan rasa banggannya perjuan­gan Unwar sejak merintis membuka PSPD FKIK selama lima tahun kini membuahkan hasil maksimal. Dia juga menghargai perjuangan keras mahasiswa FKIK Unwar selama diproses di Unwar. Dia menyebut dokter adalah manusia sakti di muka bumi ini, sebab tanpa surat keterangannya calon presiden pun bisa tak ikut pilpres. Namun. dia ingatkan tetap memegang teguh kode etik, sebab profesi dokter adalah profesi kemanusiaan. Dia tak boleh mengeluh dan siap dibangunkan saat jam susah. Dokter harus berani meninggalkan orangtua dan pacar dalam kondisi sakit pun harus ditinggalkan. Kadiskes Bali dr. Suarjaya menyebutkan kebahagiaan dokter hanya dua kali yakni saat diterima sebagai maha­siswa dan kedua saat dilantik menjadi dokter. Sisanya adalah perjuangan, kerja keras dan pengabdian. Para dokter ini wajib melakukan program in­ternshif selama setahun mulai November. (ad2851)

 

Sumber: Bali Post   Jumat Umanis, 31 Juli 2015


Tamu Online

We have 6 guests and no members online

Kunjungan Tamu

3416
TodayToday71
YesterdayYesterday93
This_WeekThis_Week506
This_MonthThis_Month2252
All_DaysAll_Days3416