PANTAU - Rektor Unwar Prof. Dewa Putu Widjana saat memantau seleksi Penmaru Gelombang I Unwar.

UNIVERSITAS War­madewa (Unwar) Denpasar terus dikejar masyarakat. Pada seleksi Penerimaan Mahasiswa Baru (Penmaru) gelombang I yang digelar, Jumat (10/7) kemarin, dii­kuti 2.183 peserta. Jumlah ini meningkat sekitar 400 orang dibandingkan tahun lalu. Seleksi Penmaru Unwar 2015, Jumat kemarin langsung dipantau Rektor Unwar Prof. Dewa Putu Widjana bersama wakil rektor dan dekan di lingkungan Unwar. Pemantauan juga dihadiri Ketua Pembina Yayasan Kesejahteraan Korpri Provinsi Bali Drs. I Nyoman Yasa, M.Si. bersama Sekretaris I Made Johnny Sanger B.T., S.H., M.H. dan Bendahara Cokorda Istri Raka Indrawati, S.E.

Ketua Umum Penmaru Unwar Prof. Dr. I Nyoman Kardana, M.Hum. menjelaskan, empat fakultas favorit pilihan masyarakat yakni Fakultas Ekonomi (FE) sebanyak 1.270 orang, Fakul­tas Hukum (276). Fakultas Teknik (254) dan FKIK(142). Sedangkan fakultas lainnya menyebar secara merata. Yang membanggakan, FP dan FISIP mengalami kenaikan tajam dibandingkan tahun sebelumnya.

Hasil seleksi Penmaru gelombang I ini akan diumumkan 31 Juli untuk FKIK dan untuk non-FKIK diumumkan 17 Juli. Pendaftaran Penmaru gelombang II dimulai 13 Juli - 7 Agustus. Testing dilakukan 8 Agustus dan hasilnya diumumkan 12 Agustus mendatang.

Rektor Unwar Prof. Dewa Putu Widjana mengatakan membeludaknya peserta Pen­maru di Unwar menunjukkan masyarakat Bali percaya dengan kualitas dan mutu yang diberikan Uwnar. Kualitasnya sudah teruji dalam bidang infrastruktur, SDM dosen, kualitas proses hingga outcomes-nya. Apalagi Unwar telah ber- ISO dan mengantongi akreditasi AIPT dan akreditasi B untuk semua prodi.

 

Tahun ini Unwar, dikatakannya, menyiapkan 1.700 kursi bagi mahasiswa baru. Sementara itu student body Unwar mencapai 5.470 orang. Sebagai bentuk kepedulian Unwar terhadap masyarakat, pihaknya memberi keringanan 50 persen uang bangunan bagi anak PNS dan aparat perangkat desa.

Dia bangga karena semua prodi (14 prodi) di Unwar semua terisi penuh calon mahasiswa. Bahkan banyak calon mahasiswa baru berasal dari NTB, NTT serta Timor Leste. Ke depan, Rektor mencanangkan akan langsung melakukan kampanye promosi Unwar ke NTB, NTT dan Timor Leste. Bahkan sejumlah mahasiswa Unwar berasal dari Papua.

Untuk meningkatkan minat masyarakat menggeluti dunia pertanian dan FISIP, Rektor Unwar Prof. Dewa Putu Widjana mengatakan akan memberikan prioritas beasiswa, bukan pendidikan gratis. Sebab, Unwar tak mau dicap murahan, melainkan konsisten dengan kualitas untuk menjamin masa depan.

Dewa Putu Widjana mengakui Unwar sudah termasuk overload sehingga yayasan perlu memikirkan pengadaan lahan baru serta mendirikan rumah sakit pendidikan.

Untuk program baru, dia mengatakan Unwar sedang mengusulkan dibukanya S-1 Psikologi dan Teknik Informatika. Sedangkan program S-2 yang sedang diusulkan yakni Magister Kenoktariatan, Magister Lingkungan dan Magister Keteknikan.


Sumber: Bali Post Edisi Sabtu, 11 Juli 2015


Tamu Online

We have one guest and no members online

Kunjungan Tamu

3329
TodayToday77
YesterdayYesterday87
This_WeekThis_Week419
This_MonthThis_Month2165
All_DaysAll_Days3329